August 10, 2013

Untuk kamu, calon imamku..


Hari ini, spesial tulisan buat kamu. Pria yang minggu depan akan jadi suami aku. Jadi imam aku dan ayah dari calon anak-anak kita. Hehehe...

Kenal kamu dari 8 tahun lalu silam, dari kita bukan siapa-siapa dan belum jadi apa2. Kenal dari kita masih culun berseragam abu putih. Aku yang cuma cewe rumahan dan kamu anak bengkel yang ngga banget gitu..
Dari backstreet sampe LDR. Semuanya..! Dan sampe detik ini, masih kenal kamu. Melewati semuanya sama kamu. Mau tertawa guling-guling. Nangis sampe mata sembab dan muka yang abstraknya total jelek banget. Atau main upil-upilan bareng? Semuanya sama kamu. Bukan perkara gampang bertahan dari semua cobaan-nya. Dari aku yang berpeluh air mata, sampe kamu pun juga berpeluh air mata. Jungkir balik menepis omongan orang-orang yang meragu. Ikatan yang merenggang, hingga sikap saling percaya yang meluntur. Semuanya, cuma kita dan Allah yang tahu kan? 

Pun dengan ikrar suci kita nanti, cuma kita yang rasakan nikmat dan bahagia perjuangannya. Pria yang kupilih lewat doa-doa dan dzikir, dengan munajat kepada-Nya, bahkan mungkin dengan sedikit "memaksa" untuk tetap berjodoh denganmu. Entah berapa kali aku berharap, cemas dan khawatir, hingga aku ikhlaskan semua jawabanNya. Terima kasih, tetap disini. Disampingku. Bersamaku. Dan akhirnya... Menggenggam tanganku dengan penuh keyakinan dan keberanian berjalan dalam ikatan halal bernama "Rumah Tangga" meraih ridho-Nya. 

maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan" 


Bekasi, 3 Syawal 1434 H

1 comment: