June 10, 2013

Ikhlas Tanpa Rasa Sakit

Buat sebagian orang, hal-hal paling menyakitkan dalam hidup pasti akan meninggalkan luka yang berbekas. Banyak juga diantara kita yang akhirnya mengeluh, merutuki dirinya, dan akhirnya hilang akal. Hidup itu emang gak semudah dan seindah yang kita bayangkan. Banyak juga kejadian-kejadian yang akhirnya membawa kita pada proses pendewasaan yang sebenarnya. 

Buat gw, semua ujian rasa sakit dan berkah bahagia itu berjalan seimbang. Banyak orang melihat " si x hidupnya enak banget, bla bla bla..di banding hidup gw yang bla..bla..bla.. " padahal kalo kita mau jernih berfikir, toh kita ga pernah benar-benar tau tentang kehidupan orang yang kita nilai itu kan??? Kita cuma melihat dari kaca mata yang bisa kita lihat aja. Makanya ada pepatah bilang, "don't judge a book from the cover" Sebenarnya,  Allah itu pasti tau kok yang terbaik dari setiap masalah yang dihadapi hambaNya. Tinggal gimana kita nya aja melihat semua itu. Kalo kata Mas Darwis Tere Liye sih yaa, "hidup ini bukan soal yang terlihat di mata orang2. Hidup ini adalah kebahagiaan. Dan jelas, kebahagiaan selalu bersemayam di hati masing2. Kitalah yang tahu persis bahagia atau tidak, bukan orang lain". Nahhh, tuh....iya bangeeet..

Penerimaan yang tulus atas segala rasa sakit dan masalah serta musibah itu emang sulit. Sebagai hambaNya, setelah kita berikhtiar dengan sungguh-sungguh namun kita belum mendapatkan jawaban dari ikhtiar kita, maka pada akhirnya kita cuma bisa ikhlas. Ikhlas itu penerimaan yang sangat menerima . Dan penerimaan yang sangat menerima tanpa rasa sakit itu yang sulit dilakukan. 

Ada nih hal-hal yang sering kita dengar berkaitan dengan sikap ikhlas, " iya gw udah ikhlas kok sama masalah gw..." atau " gw ikhlasin ajalah.." blablabla....eh, tapi nanti dibahas lagi..diungkit lagi, dan gawatnya dipermasalahkan lagi..laahh trus ikhlas nya dimana?? Katanya ikhlas, kalo ikhlas ya udah donk, tutup dan terima. Ga perlu diungkit lagi. 

Gw sendiri mengakui kok, kalo gw juga ga bisa menerima sikap ikhlas tanpa rasa sakit. Sulit dan memang gak mudah. Tapi ternyata, itulah tingkatan tertinggi manusia. Seorang mukhlisin. Orang yang benar-benar ikhas terhadap takdir Allah SWT. Pengen banget bisa jadi pribadi yang demikian. Ikhlas terhadap segala ujian yang Allah SWT kasih buat gw. Terhadap segala rasa sakit yang gw rasa. Dan terhadap segala penerimaan yang harus gw terima. 

Kalau kita mau mencoba, bukannya Allah SWT selalu memberi jalan? Where's a will, there's a way, isn't?

0 comments:

Post a Comment