March 26, 2013

Hakikat Kehidupan

Dapet kutipan bagus deh dari salah satu akun Facebook disini mohon ijin copy en share..

Dengarkan aku.. satu menit saja.. 
Jika kamu percaya...
Kehidupan tak selalu memberikan pilihan terbaik, jalan terbaik, situasi yang baik dan kondisi yang baik pula. Kehidupan selalu menawarkan banyak pilihan. Kehidupan selalu memberi banyak situasi yang mungkin membuat jiwa-jiwa yang kita miliki ikut melemah.  
Jika kamu percaya..
Selalu ada kesempatan yang di tawarkan kehidupan untuk kita ambil. Kesempatan kedua selalu ada, kesempatan kedua akan hadir setelah kesempatan pertama kita lewatkan dan kesempatan kedua adalah kesempatan terbaik yang kita miliki.. Waktu memberi kita celah untuk berfikir kembali, waktu memberi kita ruang untuk memperbaiki diri.. Kurang begitu baikkah waktu untuk kehidupan yang kita miliki.. 

Jika kamu masih percaya..
Kehidupan selalu menunggumu untuk berubah, merubah dirimu sendiri, merubah cara berfikirmu, merubah bagaimana kamu harus bangkit, bagaimana kamu harus tahu jalan mana yang akan kamu ambil, dan bagaimana kamu harus tahu.. kehidupan itu memiliki banyak arti yang tidak mudah. 
Jika kamu ingin dan terus percaya..
Aku mempercayai kehidupan seperti aku percaya dengan kata hatiku. Ia tak akan memberikanku waktu dengan penuh kesia-siaan.. Jikalaupun waktu yang sudah kulewati adalah hanyalah sebuah kesia-siaan belaka.. Bukan karena kehidupan tidak memberiku kesempatan untuk jadi lebih baik dan percaya bahwa ia memberiku sesuatu yang baik.. Tapi aku, kita, kamu dan mereka siapapun yang hidup atas kehidupannya sendiri telah menyia-nyiakan waktu dan kehidupan yang di berika Allah atas semuanya.. 
Dan Kamu harus percaya..
Kamulah yang seharusnya merubah kehidupanmu sendiri.. Bukan kehidupan yang membutuhkan kebaikan atas dirimu, tapi dirimu sendirilah yang harus membuktikan kepada kehidupan bahwa kamu mampu menakhlukkannya dengan cara terbaik yang pernah di berikan oleh waktu kepadamu.. Karena kehidupan adalah waktu yang berjalan tanpa menunggumu untuk berubah, kecuali kamu sendirilah yang menginginkannya."
Tulisan dalam balutan suasana pinggir hati yang hampir tercebur dan tenggelam dalam lautan emosi yang akan kuhilangkan dengan tinta rasa kehidupan, yang selalu tak bisa tertebak.

0 comments:

Post a Comment