May 18, 2011

Kampoeng Tempo Doeloe, JFFF 2011 ^, ^

Jakarta Fashion and Food Festival yang berlangsung tiap tahun, kali ini kembali di gelar sebagai event tahunan di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta. Acara yang berlangsung sejak 14 Mei 2001 lalu akan ditutup pada 29 Mei 2011. Mengambil tag line Inculturation, “Transforming Indonesia Into Global Taste” JFFF 2011 gelaran yang dimotori oleh PT. Summarecon ini sukses menggaet animo pengunjung. Beragam acara pun telah disiapkan. Mulai dari pegelaran busana, kecantikan, workshop, hingga wisata kuliner dengan konsep tempo dulu.

Akhirnya pada hari ketiga acara berlangsung, saya berkesempatan untuk hadir. Perjalanan dari Bekasi menuju Kelapa Gading siang itu saya lalui dengan sepeda motor bareng masku. Melalui jalur padat kawasan industri Pulo Gadung saya tiba pukul 15.00 WIB. Segera, setelah solat ashar akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Kampoeng Tempo Doeloe. Untuk dapat mencicipi ragam makanan yang ditawarkan disana, kami harus menukarkan uang kami dengan uang tempo dulu yang disediakan panitia. Melihat bentuk dan warna uangnya saya teringat akan uang kertas mainan Monopoli.

Uang di Kampoeng Tempo Doeloe, JFFF 2011
Uang sudah ditangan, saatnya kita berburu makanan. Di Kampoeng Tempo Doeloe JFFF 2011 ini beragam pedagang dan cita rasa nusantara jadi satu dalam konsep tempo dulu. Beberapa stand diantaranya adalah Bebek Kaleyo, Nasi Ulam, Es Selendang Mayang, Es Podeng Gareng, Stand Jamu Martha Tilaar, Otak-Otak Petojo, Kerak Telor, Cincau Hijau Bogor, Soto Ceker dan Sote Ranjau Pak Gendhut, Gudeg Pejompongan, Dapur Manado, dan masih banyak lagi.
Panitia juga menyediakan meja kayu dan bambu lengkap dengan design interior nuansa pantai suasana tempo dulu. Selain itu telinga kita juga dimanjakan dengan alunan musik tradisional khas sunda dan jawa. Beberapa pegelaran kesenian pun digelar seperti layar tancap, odong-odong, topeng monyet, dll.
Setelah puas berkeliling, akhirnya saya membeli Bubur Manado di Dapur Manado, Es Durian, Cincau Hijau Bogor, Buah Lontar, Risoles Setan, dan Teh Botol Sosro.


Menjelang maghrib pengunjung pun bertambah banyak. Beberapa performance hari itu pun turut mengiringi kemeriahan JFFF 2011 kali ini, diantaranya adalah Memes dan Numata, Performance by Andre Harihandoyo, IPMI Etnic, IPMI Evening Gown, dan ditutup oleh penampilan dari Teacoustic.
Next, pastinya saya ga akan melewatkan acara ini lagi.
Cinta Indonesia, Cinta Budaya Indonesia!

0 comments:

Post a Comment