October 15, 2011

Janji!

Terjebak! Akhirnya hidup ini punya jebakan..
Entahlah..apa harus diikuti alurnya..atau kah harus memotongnya di tengah jalan.
Dan ada kata RASA dalam PERASAAN...bukankah itu hanya untuk diRASA, bukan untuk diutarakan?
Janji!

August 17, 2011

Di Batas Pikir

Delima manis rasanya. Dilema menyandera pikiran tak tentu arahnya.

Selambat atau secepat apa kita ingin melupakan? Tidak ada jawaban yang tersirat pun tersurat.

Dan..Selama ingatan adalah akarnya, melupakan adalah milik waktu; kapanpun itu

Di batas sebuah takbir. Dari sujud paling akhir. Desahku begitu fakir.

Di batas pikirku..menarilah bersama waktu.
Published with Blogger-droid v1.6.8

June 4, 2011

Sebuah kisah dalam elegi..
Berbalut harapan-harapan masa depan..
Akankah aku menatap nanar dan dingin,
manakala kulihat pahit didepanku...


Dan hembusan angin lalu,
tebarkan pesona dan perjuangan...
Tentang cinta, dan harapan..
Akankah dapat terlewati?
Meski ragu di ujung asa...

May 18, 2011

Hanya PadaMu Tuhan...

Wahai diri..
Jika memang kau mencintainya karena Allah
Cintailah dia dengan cara yang benar
Cintailah dia pada saat yang tepat
Ya Robb..
Aku tak akan memaksakan diri hanya untuk sebuah perasaan
Ya Robb..
Jika dia memang jiwa yang telah Kau pilihkan untukku, berikanlah kami jalan dan petunjuk
Jika dia memang takdir bagi ku, pantaskanlah dia untuku dan pantaskanlah diriku untuknya


Ya Robb..
Aku memilihnya karena sebuah keyakinan
Aku terima seluruh kelebihan dan kekurangannya
Aku terima seluruh luka dan bahagia yang menyertai hidupnya
Aku terima dirinya dengan seluruh apa yang telah Engkau berikan untuknya



Ya Robb..
Jika ada dua pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Jika ada sepuluh pilhan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Jika ada seratus pilihan dan diantaranya adalah dia, tentu aku akan memilihnya
Dan jika hanya ada satu pilihan, dan tidak ada dia dalam pilihan itu…
Maka aku pun akan menerimanya sebagai pemberian terbaik dari Mu…
Aku tidak akan memaksakan diriku untuk memilihnya
Karena Engkaulah yang Maha Mengetahui
Karena Engkaulah yang Menciptakanku
Karena Engkaulah yang Memelihara diriku


Ya Robb…
Jika dengan menutup cinta ini yang menjadikan Mu Ridhlo kepadaku
Jika dengan mengorbankan perasaan ini Engkau menyelamatkanku
Di saat manusia tergelincir dari jalan-Mu
Maka aku serahkan cinta ini untuk Mu..
Sebagai wujud bakti ku pada Mu
Sebagai wujud syukurku pada Mu


Ya Muqollibal Qulub, Tsabbit Qolbi ‘ala Diinika..
Aku yakin bahwa tidak ada Ketetapan Mu yang salah
Aku yakin bahwa semua Kehendak Mu sangat terukur
Buatlah aku mencintai pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku setia pada pilihan yang Kau berikan
Buatlah aku menyayangi pada pilihan yang Kau amanahkan


Ya Robb..
Dengan segala Kekuasaan Mu
Dengan segala Kekuatan Mu
Dengan segala Keagungan Mu
Hamba mohon pada Mu,
Kuatkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa sempit
Tenangkanlah hati ini saat ketetapan Mu membuat hati ini terasa berat
Sesungguhnya hanya dengan PertolonganMu, diri ini bisa menjalani semua ketentuanMu.


Ya Robb buatlah diriku mencintai Mu lebih dari segala makhluk yang telah Engkau Ciptakan
Ya Robb buatlah diriku mencintai Rosululloh, karena Engkau pun mencintainya(Rosululloh)
Inilah isi hatiku, inilah harapanku, inilah keyakinanku…
Aku tidak hanya mencintaimu..
Tapi aku ingin mencintaimu karena Allah
Aku ingin mencintaimu dengan cara yang benar
Aku ingin Alloh Ridhlo dengan cinta ini
Tak usah khwatir jika engkau adalah Qudrah dan Irodah Nya
Karena semuanya pasti akan terwujud, hanya waktu yang akan menjadi saksi kekuasaan Nya
Tak usah memaksakan jika dia memang bukan untuk diriku
Karena pasti aku bukan yang terbaik untuk mu


Sehebat apapun cinta ini…
Tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita, saat matahari hanya satu hasta di atas ubun2 kita
Karena yang terbaik adalah…
Kita menjaga perasaan dan keyakinan ini dengan sebersih-bersih ketauhidan
Kita diwafatkan bersama hamba-hamba yang berbakti
Hamba-hamba yang mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya untuk Tuhan nya
Semoga Allah mempertemukan kita kembali disatu tempat
Dimana para abid melihat Robb-nya dengan penuh keridhloan dan kebahagiaan
Kulakukan semua ini, karena aku mencintaimu karena Allah swt
Aamiin..

source : Renungan Inspiratif

Kampoeng Tempo Doeloe, JFFF 2011 ^, ^

Jakarta Fashion and Food Festival yang berlangsung tiap tahun, kali ini kembali di gelar sebagai event tahunan di La Piazza, Kelapa Gading, Jakarta. Acara yang berlangsung sejak 14 Mei 2001 lalu akan ditutup pada 29 Mei 2011. Mengambil tag line Inculturation, “Transforming Indonesia Into Global Taste” JFFF 2011 gelaran yang dimotori oleh PT. Summarecon ini sukses menggaet animo pengunjung. Beragam acara pun telah disiapkan. Mulai dari pegelaran busana, kecantikan, workshop, hingga wisata kuliner dengan konsep tempo dulu.

Akhirnya pada hari ketiga acara berlangsung, saya berkesempatan untuk hadir. Perjalanan dari Bekasi menuju Kelapa Gading siang itu saya lalui dengan sepeda motor bareng masku. Melalui jalur padat kawasan industri Pulo Gadung saya tiba pukul 15.00 WIB. Segera, setelah solat ashar akhirnya kami memutuskan untuk mengunjungi Kampoeng Tempo Doeloe. Untuk dapat mencicipi ragam makanan yang ditawarkan disana, kami harus menukarkan uang kami dengan uang tempo dulu yang disediakan panitia. Melihat bentuk dan warna uangnya saya teringat akan uang kertas mainan Monopoli.

Uang di Kampoeng Tempo Doeloe, JFFF 2011
Uang sudah ditangan, saatnya kita berburu makanan. Di Kampoeng Tempo Doeloe JFFF 2011 ini beragam pedagang dan cita rasa nusantara jadi satu dalam konsep tempo dulu. Beberapa stand diantaranya adalah Bebek Kaleyo, Nasi Ulam, Es Selendang Mayang, Es Podeng Gareng, Stand Jamu Martha Tilaar, Otak-Otak Petojo, Kerak Telor, Cincau Hijau Bogor, Soto Ceker dan Sote Ranjau Pak Gendhut, Gudeg Pejompongan, Dapur Manado, dan masih banyak lagi.
Panitia juga menyediakan meja kayu dan bambu lengkap dengan design interior nuansa pantai suasana tempo dulu. Selain itu telinga kita juga dimanjakan dengan alunan musik tradisional khas sunda dan jawa. Beberapa pegelaran kesenian pun digelar seperti layar tancap, odong-odong, topeng monyet, dll.
Setelah puas berkeliling, akhirnya saya membeli Bubur Manado di Dapur Manado, Es Durian, Cincau Hijau Bogor, Buah Lontar, Risoles Setan, dan Teh Botol Sosro.


Menjelang maghrib pengunjung pun bertambah banyak. Beberapa performance hari itu pun turut mengiringi kemeriahan JFFF 2011 kali ini, diantaranya adalah Memes dan Numata, Performance by Andre Harihandoyo, IPMI Etnic, IPMI Evening Gown, dan ditutup oleh penampilan dari Teacoustic.
Next, pastinya saya ga akan melewatkan acara ini lagi.
Cinta Indonesia, Cinta Budaya Indonesia!

Efektifkah Apel Pagi ?


Menilik lagi beberapa PP yang mengatur tentang kedisiplinan bagi aparatur negara,  PNS di Indonesia yang berada diluar maupun di dalam naungan departemen RI atau otonomi daerah telah menjadi sebuah aturan baku untuk melakukan apel pagi setiap hari. Berdasarkan aturan yang termuat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil sebagai pengganti dari Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil apel pagi merupakan suatu kewajiban bagi Pegawai Negeri Sipil di Indonesia.

Berawal dari niat membentuk sikap kedisiplinan, gema semangat apel pagi kerap terdengar dalam setiap pengarahan yang diberikan kepada setiap peserta apel di instansi-instansi pemerintah. Namun daripada itu, yang sering terjadi di lapangan, justru himbauan yang nyatanya termuat dalam aturan tertulis pemerintah pun kerap kali terabaikan. Semangat apel pagi pun semakin luntur. Coba saja tengok bagaimana para CPNS baru dengan semangat mengikuti apel pagi di instansinya masing-masing. Namun lambat laun semangat itu luntur, melihat gelagat “kakak kelas” yang lainnya. Lain daripada itu, masih banyak aparatur negara berseragam yang telat dan tidak mengikuti apel pagi, bahkan beberapa oknum PNS di berbagai daerah pun sering terlihat berada diluar kantor ketika jam kerja sedang berlangsung. Efektifkah apel pagi yang saat ini yang diberlakukan di instansi pemerintah? Sejauh mana monitoring yang dilakukan serta sangsi apa yang pantas diberikan dalam setiap pelanggaran yang terjadi pada aturan sesederhana itu?

Mungkin ada baiknya pemerintah mengkaji ulang sistem absen dan apel pagi yang berlangsung saat ini. Tentunya tidak hanya terpusat di instansi-instansi pusat saja, namun terus masuk kedalam pemerintah daerah yang memiliki peranan langsung di daerah. Semoga kedepannya aparatur negara dapat menunjukkan “kelas” nya sebagai abdi negara yang bermartabat.

May 5, 2011

Untuk hari ini

Mendung...dan hujan. Ada apa dengan hari ini? Matahari itu malu-malu. Puncaknya, dia menangis.

Nyampe kantor langsung hawa dingin menyambut. Meski hujan tampak deras diluaran sana, namun diruangan yang besarnya ga seberapa ini suhu dingin menemani sampe waktu pulang.

Beberapa roomate ada yang udah dateng. Tapi ada juga yang belum. Alasan beragam sih..mayoritas bilang keujanan..whatever lah ya..

Saya sendiri udah di kantor..dari jam 8. Cuma belom ada kerjaan. Jadilah ini nich aktivitas saya.. en temen2 yang udah dateng ^,^



Published with Blogger-droid v1.6.8

April 10, 2011

Menjaring Matahari


Sekilas mungkin semua akan berfikir tentang sebuah judul lagu milik penyanyi legendaris Indonesia, Ebiet G. Ade. Namun yang ingin saya tuliskan di sini adalah tentang apa yang saya rasakan, atau yang anda rasakan ketika membaca tulisan ini. 

Menjaring Matahari...Rasanya ingin sekali saya menjaring matahari yang akhir-akhir ini seperti tidak punya batas toleransi. Rasanya ingin sedikit membungkus matahari yang sedang semangat tersenyum. Masya Alloh, panasnya membuat kepala pusing, mata menjadi silau sesilau-silaunya, dan kulitpun seperti terasa terbakar. Membuat malas menginjakkan kaki keluar rumah walau hanya selangkah dua langkah.

Memasuki pergantian iklim di beberapa daerah di Indonesia, khususnya yang saya rasakan kini di Bekasi dan sekitarnya, cuaca menjadi sangat tidak bersahabat. Ditambah lagi dengan dampak global warming yang memang benar-benar sudah nyata terjadi. Entah hanya saya atau kerabat yang merasakannya, waktu semakin terasa lebih cepat. Terutama waktu malam hari. Memasuki pukul enam sore, matahari masih terlihat cukup terang di beberapa bagian wilayah. Semantara menjelang subuh, matahari pun sudah siap beraktivitas. 

Hal lain yang sangat dirasakan adalah suhu yang semakin meningkat terlebih di malam hari. Seringkali ini menyebabkan rasa kegerahan di waktu tidur. Beberapa bukti nyata adalah ketika saya hendak wudhu pada saat solat maghrib. Air yang keluar dari keran terasa seperti air dari heater. Kalau orang-orang tua bilang,”hangat-hangat kuku”. Hal lainnya adalah mukena berbahan kaos yang benar-benar “adem”jika dipakai menjadi hangat. Padahal Mukena itu tudak sedang dijemur di bawah terik matahari, melainkan ada di mushola kecil dalam rumah.

Beberapa hal yang saya sebutkan diatas hanya contoh kecil. Lainnya seperti intesitas debu yang berterbangan semakin banyak. Fakta bahwa kerusakan lingkungan berada dalam titik kritis.

*Untuk Sang Surya di Bumi Bekasi*

April 7, 2011

Kedutan, Apa sih..?

Entah sudah berapa lama saya merasa ada yang aneh dengan mata saya. Sudah hampir seminggu ini mata sebelah kiri saya selalu berkedut. Banyak yang menyebutnya sebagai “kedutan”. Beberapa hal mengenai kedutan sering diartikan sebagai suatu pertanda akan kejadian. Mitos berkembang banyak mempengaruhi masyarakat. Ada yang mengatakan bahwa kedutan sebelah kanan berarti akan mengalami suatu hal yang menggembirakan, suatu keberuntungan atau hal-hal yang berhubungan dengan sesuatu yang positif. Sebaliknya, jika mengalami kedutan di sebelah kiri, maka diartikan sebagai suatu keburukan. Entah itu akan mendapat kesialan, menangis, marah atau apapun yang berujung pada suatu kenegatifan.

Dalam dunia kedokteran, mungkin hal ini dapat dijelaskan bahwa kedutan itu sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah mata lelah, stress, dan kelelahan. Hal ini dikarenakan adanya kontraksi disekitar otot mata yang berlangsung beberapa menit.

Saya sendiri dapat dikatakan percaya atau tidak percaya namun itu kadang menjadi sebuah sugesti dalam diri. Pernah suatu kali saya kedutan di mata kiri. Awalnya saya tidak begitu yakin, namun belakangan ternyata hal itu terbukti. Entah karena hal apa saya lantas memperoleh sesuatu yang buruk. Dan menangis. Hal ini pun terjadi beberapa kali. Dan hampir semuanya benar. Tetapi ada juga yang salah.

Bagaimana dengan anda?

March 28, 2011

Tentang Kisah

Mungkin memang benar hidup pernah membawaku pada satu kesalahan. Atas dasar sadar atau tidak. Menjauh dari orbit yang kuciptakan. Dari tatanan hidup dalam kebersamaan yang kubangun. Tapi hidup juga telah mengembalikan semua yang hampir jauh kulepaskan. Membawaku kembali pada jalur yang kususuri meski terseok, jatuh dan tertatih.Hidup pun memperlihatkan kepadaku. Tentang apa-apa yang menjadi tanda tanya. Tentang kerumitan. Hidup menyibak ragu, meninggalkan semu.Kini setelah semua menjadi satu dalam perjalanan kisahku sendiri, aku mesti belajar. Belajar pada waktu..belajar pada nyata.. belajar pada rasa.. belajar pada asa.. dan belajar pada tata. Semoga Dia menjaga setiap lisan dan tingkah..Menjadikanku pantas untuk dipantaskan..lillahi ta'alla..

March 20, 2011

Lebay *mode:on*

Pagi-pagi di kantor..pas banget buka laptop n nyiapin playlist winamp saya, tiba2 tweet ringtone hape bunyi..
Siapa nich...?
Pas di buka ternyata si masku yg sms..pas saya buka smsny, deg! Ternyata dia tulis bebeèrapa kalimat..

Begini..

"Kami laki-laki sebenarnya pun tau..
Kami tahu,kalian para wanita sungguh
sebenarnya menghargai usaha yang kami
lakukan dan yang kalian harus tau,kami
selalu bersungguh- sungguh untuk orang yang
kami sayangi hanya saja kami butuh kalian tersenyum ketika kami merasa lelah, hampir putus asa,dan sungguh kami akan kembali mngerjakan itu untuk kalian semua,hanya karena kalian.."

oowww...melted bangeett..
*lebay dikit ahh..* thank you, io..
Published with Blogger-droid v1.6.7

March 2, 2011

Ainun : "the big you and the small i.."

Well..akhirnya saya beli juga buku ini...Habibi dan Ainun..
Setelah sempat hunting-hunting di beberapa toko buka dengan muka "mupeng" karena ga punya duit, akhirnya buku itu terbeli juga...Thanks God...



Kesan pertama baca buku ini walau baru beberapa lembar yang dibaca bisa saya pastikan kalo saya suka buku ini. Ada sebuah kalimat yang membuat saya terkesan ketika baca buku ini. Kalimat yang ditulis sama Ibu Ainun untuk suami tercintanya Bapak Habibie, the big you and the small i..Kalimat sederhana ini benar-benar menunjukkan kerendahan hati seorang Ainun terhadap suaminya (bukankah demikian seharusnya para istri bersikap?) sebagai seorang imam dalam kehidupan rumah tangga mereka.

Semakin mendalami buku ini lebih jauh, semakin banyak kisah inspirasi dalam hidup mereka berdua yang bisa saya pelajari. Tentang kisah cinta dan kehidupan keluarga. Tentang ketulusan seorang istri dan kebijaksanaan seorang suami. Mungkin lebih jauh saya selami tiap lembar buku ini, akan saya temukan lebih banyak lagi unpredictable love from them..

February 23, 2011

self titled

Sesak..
Sesak..

Menyeruak..
Menyeruak pelan..

Pelan..dan pasti..

Nyata..
Itu nyata..

Sadar..
Bergegaslah..
Sekarang..
Atau tak kan pernah!
Published with Blogger-droid v1.6.7

February 14, 2011

Ini Hidup!

Saya pernah punya mimpi. Tapi saya tahu itu cuma mimpi. Bahkan saya tidak berani membuatnya nyata. Jauh dari keberanian saya. Karena mimpi saya biar hanya jadi mimpi. Mimpi yang menjadi bagian hidup saya, tanpa harus membuatnya nyata. Maka saya akan nikmati mimpi itu. Meski hanya sebatas mimpi. Ya, hanya sebatas mimpi..

Dalam hidup banyak hal yang dicari lewat ketidakpastian. Bahkan ragu. Untuk berani menentukan langkahpun sering semu atau bimbang. Bahkan kepastian didepan mata sekalipun, tidak sepenuhnya pasti. Pasti untuk yang tidak pasti.

Dia telah membawaku sejauh ini..lewat segala jalan yang Dia tunjukkan. Dia tahu ada asa yang kugenggam. Asa yang hadir dalam luka dan air mata. Yang hadir dalam sakit yang berlarut. Namun juga asa yang hadir dalam tawa, dalam doa yang lirih. Dalam takwa yang belum sempurna.
Yang aku takut, aku terjatuh lagi setelah sempat berdiri. Bahkan jauh lebih jatuh dari yang pernah terjadi.
Published with Blogger-droid v1.6.7

Demi Solat Yang Ingin Kutegakkan

secara ga sengaja dapet sebuah cerita..sederhana, tapi cukup mengena..semoga semua bisa di ambil pelajaran darinya..sediiiiiihhhh.....
let's read...

DEMI SOLAT YANG INGIN KUTEGAKKAN
Subhanallah..Maha Besar Allah dengan segala firman-Nya. Hari ini mungkin aku bisa tersenyum bahagia. Tepat setahun sudah aku berada dalam kondisi senyaman ini. Tak ada lagi takut menggelayut atau sembunyi ciutkan diri manakala aku berusaha mendekatkan diri dengan-Nya. Dia pun telah beri jalan agarku bisa bersimpuh dihadap-Nya sesuka yang ku mau. Alhamdulillah..

Terlahir dari orang tua berbeda agama sempat membuat aku nyaris berputus asa
dalam keadaan. Ibuku seorang muslim, ayahku seorang Katolik. Kerap kali rasa menyesal atau menyalahkan hadir dalam diriku. Kenapa aku terlahir begini? Kenapa Kau siapkan aku dalam ujian sedemikian rumit, Tuhan? Bahkan aku pun tidak tahu harus memilih apa.

Beruntung, sejak duduk di bangku Taman Kanak-Kanak aku dimasukkan pada sekolah berbasis islam, TK Muhammadiyah Bustanul Athfal. Lewat TK itu aku tahu islam. Aku tahu nabiku, aku tahu kitabku. Tapi apalah artinya pendidikan agama di sekolah TK yang hanya bermain. Jadilah pengetahuan islamku lembek. Yang paling aku ingat adalah, manakala ada pertemuan orang tua murid, ayah kerap kali tidak hadir. Ayah memang tidak setuju aku bersekolah di TK Islam. Selalu kurasa iri dengan mereka, teman sebayaku yang datang bersama ayah dan ibunya. Tapi aku tidak. Hanya ibu yang menemaniku. Terlebih lagi saat pengumuman kelulusan, ayah lagi-lagi tak datang. Padahal ingin sekali kulihat ayah disini, menyaksikan putri pertamanya tampil di acara pentas seni TK hari itu. Ah, hanya angan. Maka jangan heran, betapa bahagianya aku saat ayah datang menjemputku di hari terakhir aku di TK itu. Senangnya bukan main. He is my father!

Buntut dari keputusan ibu menyekolahkanku di TK Islam saat itu adalah kemarahan ayah. Lantas selanjutnya, ayah mengurus keperluan SD ku termasuk mendaftarkan aku di sekolah Katolik. Aku memang tidak mengerti, yang aku tahu adalah aku akan masuk SD. Sejak di SD itulah aku makin kabur tentang Islam. Pernah, ibu mendaftarkanku pada sebuah TPA dekat rumah, tapi lagi-lagi ayah marah. Melihatnya saja aku takut. Maka, setelah kejadian itu aku selalu bersembunyi jika ingin pergi mengaji. Namun sayang mengajiku tidak tamat. Entah sampai pada Iqro berapa saat itu aku belajar. Yang jelas aku meninggalkan TPA itu setelah ayah kembali memergokiku mengaji.

Berlanjut dari SD sampai SMP akhirnya aku sekolah di sekolah swasta Katolik tempat ayahku bekerja. Ah, ya sudahlah. Mau tak mau, pelajaran agama Katolik yang akhirnya kutelan mentah-mentah selama 9 tahun. Pergaulanku pun sama, hampir tak ada teman seagama yang menjadi temanku. Kalau saja dirumah aku tidak pandai-pandai mencari kawan seagama, sudah tentu aku akan semakin jauh dengan islam.

Selain mengaji, adalah solat termasuk hal yang kulakukan secara sembunyi-sembunyi. Karena ayah akan lebih sangat marah jika tahu putrinya solat. Pemahamanku soal solat pun tidak sepenuhnya bagus. Masih bolong sana bolong sini. Karena aku sekolah di sekolah Katolik, otomatis solat yang bisa kukerjakan adalah solat yang waktunya setelah pulang sekolah. Belum lagi jika aku ada kegiatan diluar, makin kacaulah waktu solatku. Praktis, yang sering terjadi adalah aku meninggalkan solat Dzuhur dan Ashar. Dan jika beruntung, aku bisa mendapati Maghrib jika ayah belum pulang dari kantor. Isya pun kadang lewat karena ayah sudah dirumah. Subuh pun juga tidak dapat karena aku berangkat pagi buta ke sekolah dengan mobil antar jemput yang menjemputku pukul 05.00.

Sebenarnya, ibu bukannya tidak berbuat apa-apa dengan kondisi ini. Hanya saja kulihat mereka sering bertengkar ketika ibu membelaku. Sejujurnya memang tidak ada paksaan atas pilihan Islam dihatiku. Kalau kebanyakan kawan beragama Islam karena memang memiliki kedua orang tua sama-sama muslim, berbeda dengan aku. Islamku, Islam yang kuputuskan. Memang aku akui, ibu yang mengajarkanku soal islam, tapi ayah juga memberi pengetahuan Katolik sejak dini. Jadi Islamku adalah keputusan murni seorang bocah TK saat itu.

Suatu hari, sepulangku dari solat berjamaah dengan teman-teman komplekku di masjid, tanpa disangka ayah pulang lebih awal. Bisa dibayangkan betapa kagetnya aku saat itu mendapati ayah dirumah dengan keadaan marah besar. Mukenaku diambil, bahkan disembunyikan. Begitu juga dengan sajadah dan Al Quran yang kubawa. Ayah memarahiku. Aku menangis sejadi-jadinya. Sungguh peristiwa iti sangat membekas hingga saat ini. 

Beruntung saat itu aku masih bisa meminjam sajadah dan mukena milik pembantuku. Aku tidak pernah menganggapnya sebagai pembantu, tapi lebih seperti seorang kakak perempuan yang selama ini aku memang tidak punya karena ku seorang anak sulung. Lewat dialah aku mulai mengenal solat yang baik dan benar. Tapi itu pun belum selesai karena ayah masih tidak bisa menerima keadaanku.

Satu hal yang sangat aku senangi adalah aku tidak pernah ketinggalan solat Idul Fitri. Itulah yang sangat membuatku bahagia. Momen Idul Fitri selalu memiliki makna tersendiri dalam hidupku. Meskipun ayah tahu aku ikut solat Idul Fitri, tapi ayah tidak bisa marah karena aku pergi solat bersama Kakek dan Nenekku. Ayah sangat menghormati mereka. Dan aku bisa solat.

Akhirnya waktu membawaku pada masa remaja. Aku lulus SMP dan melanjutkan SMA. Di SMA, aku masuk ke sekolah negeri. Kali ini ibu yang berperan. Antara senang dan tidak senang aku berada di sekolah itu. Betapa tidak, setelah bertahun-tahun berada dalam lingkungan sekolah swasta dan nuansa Katolik yang kental, kali ini aku beradaptasi dengan lingkungan baru yang cukup asing buatku. Dan disinilah pertama kalinya aku belajar agama Islam. 

Hal yang pertama kali kutakutkan adalah ketika pelajaran Agama Islam. Rasanya seperti ingin kabur. Sering aku menangis. Menangis malu dan takut karena pengetahuan Islamku buruk. Malu karena mengajiku tak lancar untuk seusiaku. Tapi yang aku heran, aku selalu dapat melewati pelajaran Agama Islam itu dengan baik. Hingga saatnya aku lulus SMA. Rupanya belakangan aku baru sadar, Alloh memudahkan segalanya untukku. 

Kehidupanku di SMA sebenarnya merupakan titik awal perjalanan baru spiritualku. Akhirnya aku bisa mengenal Islam lebih jauh. Lewat buku-buku di perpustakaan, lewat pergaulanku dengan teman-teman atau lewat pengajian-pengajian di sekolah. Semua itu membuat duniaku terbuka soal Islam. Dan yang paling penting adalah aku tidak melewatkan solatku. Jika dirumah, aku sudah mulai berani menunjukkan siapa aku dan agamaku. Walau masih sembunyi tapi ayah perlahan bisa menerima. Itulah yang membuatku makin matang. Puncaknya adalah ketika aku dan adikku memutuskan untuk berjilbab. 

Keputusan kami ini memang sontak membuat ayah kaget. Aku sempat ditegur. Tapi kuberanikan diri mengutarakan pendapatku. Karena agama adalah hak semua orang. Dan meskipun ayah berbeda dengan kami, beliau tetaplah aku hormati. Entah hidayah apa yang telah Alloh berikan, setelah itu aku merasa semuanya telah lepas. Semua bebanku hilang. Dan tanpa disangka ayah tidak marah ataupun berlaku seperti dulu. Saat ini setahun peristiwa iti berlalu, masih dengan penuh syukur aku mengenang semuanya. Perjalanan itu cukup panjang aku lalui. Aku seperti bertahan seorang diri. Beruntung adik-adikku tak mengalami apa yang aku rasakan. Maka seringkali aku marah, jika adikku lalai dalam solat dan mengajinya. 

Kali ini kami bebas beribadah. Bahkan tak jarang ayah mendukung  meski kami masih berbeda keyakinan. Ada rasa haru dan bangga yang terselip dalam hati. Oleh karena itu aku sering merasa miris pada mereka yang meninggalkan solat. Pada mereka yang meninggalkan Al Quran. Pada mereka yang meninggalkan puasa. Karena sesungguhnya mereka seperti tidak bersyukur atas karunia Alloh pada mereka.

Saat ini semua berjalan normal. Tak ada lagi yang perlu ku khawatirkan.Dibalik semua peristiwa itu aku belajar. Belajar untuk sabar. Belajar untuk tidak menyerah pada keadaan. Belajar untuk terus bersyukur. Dan sebagai wujud syukurku pada-Nya, kelak aku berezeki lebih, besar keinginanku membangun sebuah TPA dirumahku. Melihat anak-anak belajar mengaji, sembahyang, dan mengkaji Islam dengan sungguh-sungguh. Agar kelak mereka bisa merasakan indahnya Islam dalam hidup mereka. InsyaAllah..

February 13, 2011

Menjadi perempuan dewasa adalah pilihan!

Dalam beberapa hal aku sadar bahwa langkah sudah keluar jalur hampir jauh.
Melalui sebuah pembicaraan di chat box yahoo messenger ku dengan seorang sahabat semasa kuliah dulu, dia memberiku sebuah pelajaran. Tidak banyak, tapi cukup mengena. Suatu sikap tentang hidup, masa depan, dan hati. Pelajaran bahwa langkahku, adalah pilihanku.

Tiga hal yang menjadi catatan penting untukku. Pertama adalah jangan menunda sesuatu untuk kemajuan diri kita. Beberapa peristiwa, entah itu kejadian atau lewat sebuah obrolan santai dengan sejawat, membawaku pada posisi memilih. Apakah aku masih bertahan dengan keadaan saat ini. Atau aku harus bergegas untuk kehidupanku yang lebih baik dalam segala aspek. Seringnya aku memilh untuk bertahan sembari melihat keadaan. Mempelajarinya baru kemudian memutuskan. Tapi, dasar gemini. Aku masih sering ragu dengan segala langkah yang aku ambil. Namun, obrolanku dengannya menyadarkan aku. Membuat sebuah tamparan untuk hidupku. Aku, mengiyakan kata-katanya. Berkaca dalam-dalam untuk diriku. Aku memang sudah tertinggal jauh.


Kedua, pesan yang dia sampaikan juga mengena dipikiranku. Bahwa sudah saatnya aku melihat realita. Menyadari bahwa aku sudah tertinggal jauh dengan mereka. Aku amini kata-katanya. Berpikir tentang diriku saat ini. Yang masih seperti ini. Ah, sungguh mereka (baca : teman sebayaku) membuat aku iri. Ternyata aku masih ingin seperti mereka..menapaki usia 23 tahun. Melihat dunia lewat caraku.. :)

Pelajaran ketiga yang lagi2 membuat aku terdiam..seolah sukses mempermalukan aku didepan mukaku sendiri..Adalah pelajaran tentang bagaimana menjadi perempuan yang tidak melakukan kesalahan..Ya obrolan kami waktu itu memang ngalor ngidul..tapi buatku itu cukup berbobot dan penuh inspirasi. Terima kasih sahabat...
Cukup untuk belajar sedikit menjadi perempuan dewasa..cheers!
Published with Blogger-droid v1.6.7

February 12, 2011

Ketika Bhinneka Tunggal Ika Tinggal Semboyan

Kalau dulu, kita masih ingat pelajaran PMP atau PPKN (bahkan sebagian ada yang memasukkannya dalam pelajaran sejarah) yang ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib dari mulai sekolah dasar hingga menengah atas, atau beberapa ada yang sampai pada jenjang perguruan tinggi, tentunya Bhinneka Tunggal Ika bukan sebuah kata yang asing ditelinga kita. Bukan sekedar kata yang tertera dalam Lambang Negara kita, Burung Garuda, tetapi lebih jauh daripada itu Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan bangsa Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika, sebuah kata sarat makna karangan Mpu Tantular dalam kitabnya yang terkenal, yakni Sutasoma, menggambarkan secara ramping bagaimana pluralisme telah tertanam dalam tubuh bangsa ini sejak dulu.


Secara gamblang dijelaskan dalam beberapa literatur sejarah bangsa ini, Bhinneka Tunggal Ika adalah bahasa Sansekerta yang memiliki arti “Walau Berbeda-beda Tapi Tetap Satu Jua”. Rasa-rasanya kalimat sederhana ini mudah sekali melekat dalam hati dan pikiran segenap bangsa Indonesia. Sejatinya, sang Mpupun melihatnya demikian sebagai konsep persatuan dan kesatuan ditengah kemajemukan meski pada zamannya, Indonesia justru belum terbentuk.

Melihat bagaimana kondisi Indonesia secara utuh, baik itu dari segi geografi maupun demografi, cukup pantas bahwa Indonesia dikatakan sebagai bangsa yang majemuk. Dihuni oleh berbagai macam suku, dengan ribuan bahasa, dan beberapa agama yang diakui adalah bukti bahwa pluralisme memang ada di negara ini. Bahkan negara pun mengakui, Alm. Abdurahman Wahid adalah contoh anak bangsa yang menjunjung tinggi kebhinekaan yang ditunjukan dengan pembelan-pembelaan terhadap kaum minoritas.

Dalam beberapa peristiwa sebagai cerminan dari kehidupan berbangsa dan bertanah air serta menjunjung tinggi demokrasi, beberapa ada yang bisa hidup berdampingan dengan damai, namun tidak sedikit juga yang berakhir dengan konflik. Namun, sesungguhnya disitulah letak konsep ke-Bhineka Tunggal Ika –an yang sesungguhnya lahir. Bahwa kemajemukan bukan sebagai alat pemecah melainkan sebagai alat pemersatu.

Bila kita ambil contoh beberapa kasus yang terjadi akhir-akhir ini, sesungguhnya kita telah kehilangan makna Bhinneka Tunggal Ika yang selama ini kita gadang-gadang dengan penuh rasa bangga. Sederhananya saja adalah kasus pengeroyokan Jemaat Ahmadiyah dan Kerusuhan di Temanggung, Selasa (8/2). Melalui dua kasus ini setidaknya telah membuka lebar mata kita bahwa pada kenyataanya belum sepenuhnya Bhinneka Tunggal Ika benar-benar diterapkan dalam kehidupan kita.

Lantas apa salah perbedaan itu jika Sang Penciptanya saja menciptakan manusia melalui perbedaannya. Maka ketika Bhinneka Tunggal Ika hanya menjadi sepotong kalimat tanpa makna dan perbuatan, masih cukup pantaskah negara ini menjunjung tinggi hak asasi manusia di dalam Pancasila-nya?

Sebenarnya jika kita mau lihat lebih jauh, memanusiakan manusia mungkin lebih tepat daripada harus baku hantam lewat kekerasan yang kerap kali terjadi manakala perbedaan muncul ditengah-tengah masyarakat. Dan ketika emosi sudah tidak bisa dikendalikan, yang rasional pun menjadi irasional, dan manusia pun tidak ubahnya seperti kumpulan binatang berebut mangsa. Inikah Indonesia yang kita harapkan? Rasanya sudah cukup ibu pertiwi ini menangis meratapi tingkah polah anak bangsanya. Ketika kekuasaan mampu menggelapkan semuanya dan uang pun menjadi tuhan abadi, masihkah ada kesempatan untuk Indonesia yang lebih damai dalam persatuan?

Adalah tugas berat kita semua untuk membenahinya. Sekarang atau tidak sama sekali.

February 1, 2011

Disini, Setahun Lalu..

Alhamdulillah..satu tahun berjalan tepat hari ini. Yups, 1 Februari tahun lalu tepat pertama kalinya saya berada di kantor ini. Wew...walaupun baru berpredikat Calon Pegawai Negeri Sipil tapi ga masalah lah. Hanya tinggal tunggu proses Pra Jabatan aja sih sebenernya. 

Well, pengalaman pertama punya kantor setelah 7 bulan nganggur bener2 seruuu..kanalan sana sini sama sesama anak baru, saling tuker no.telp, yaaa macam mahasiswa baru aja..hohoho... yang saya suka adalah kantor saya ini bener2 terhindar dari macet...(bersyukur ga kerja di Jakarta). Nah, setiap hari PP naik motor. Lumayan irit ongkos. 

Oke, saya di tempatkan di Sekretariat DPRD Kota Bekasi. Di sub bagian Protokoler. En so pasti kerjaannya ngurusin anggota dewan terus. Basicly, saya suka kerjaan saya. Lingkungannya bersahabat en ceria lah. Diruangan yang cuma seuplik alias
kecil banget...3 X 7 M lah kira-kira..kita terdiri dari 6 perempuan en 3 laki laki..hohoho.. semuanya bener2 friendly lah..
protokol on vacation

My desk

My roomate

My Boss's room








Nah, hari ini tepat satu tahun kita disini. Lengkap dengan segala cerita dan kisahnya..woow.. Yaa, berharap aja, semua akan berjalan lancar dan baik-baik saja. Amiin..
Penandatanganan Perda

Adipura's Ceremony

at Paripurna's room
Next, soal hubungan dengan pihak eksternal..(bhasanya mengingatkan kembali ke jaman kuliah aja..hohoho...) pihak eksternal yang berkoordinasi langsung dengan bagian protokol adalah DPRD lain di seluruh Indonesia. Trus ada juga SKPD lain..oiya, SKPD itu (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Yang pasti juga sih berhubungan dengan Kepala Daerah. Ada juga dengan wartawan maupun LSM dan Ormas lainnya. 

Ya, walau masih newbie di dunia kayak gini, saya bahagia kok. Masih terus menerus belajar soal Ilmu Pemerintahan plus seluk beluknya. Yang pasti sih sekarang masih nunggu Prajabatan supaya status segera berubah jadi PNS..

Ga mau jadi PNS asal2an, tapi mau jadi PNS yang smart dan idealis..hohoho...Yang beda dari kebanyakan. Yeaayy...

January 26, 2011

..let's make dream come true..

Siang ini seperti biasa, mumpung Wifi dikantor lagi "bersahabat" langsung aku manfaatin untuk googling,,,Apa lagi kalo bukan kulinari atau traveling..yeah, salah satu hobi yang ga mungkin aku lupa selain baca dan nulis. Seneng aja sama kulinari, soalnya ada sensasi sendiri waktu kita icip-icip makanan aneh atau yang belum pernah kita coba. Ya, lumayan juga buat referensi kalo lagi hang out sama temen atau pacar..hehehe...

So, siang ini yang aku googling adalah seni traveling. Ok, hobi ini memang perlu modal. Tapi ternyata aku nemuin cara asik traveling versiku sendiri..Yups, hanya dengan modal laptop dan jaringan internet, aku seperti sudah bisa merasakan nikmatnya traveling. Ya memang sih ga sepuas kalo kita dateng langsung, tapi setidaknya kan dengan membaca, melihat, dan merasakan kalau Indonesia itu indah banget..

Ya, siapa tahu aja nanti ada rezeki dan kesempatan, bisa berkunjung ke sana..
Who knows?

to make the dream come true.. yeeaaayyy!

January 23, 2011

Nikmatnya Bersyukur

Kondisi perekonomian Indonesia yang kian merosot, dan di tengah kondisi Kota Bekasi yang kian tidak menentu, acap kali membuat hati miris. Hal itu sangat berpengaruh dalam kehidupan keluargaku seutuhnya. Bagaimana tidak, sempat mengalami stagnasi dalam keuangan hampir saja membuat aku jatuh. Hampir tak ada celah, tak ada jalan kemana harus kubawa keluargaku keluar dari kondisi ini. Luruh, seperti kuserahkan saja hidup kami ini pada waktu yang tak menentu. Berharap segera ada perubahan.

Namun disinilah nikmatnya bersyukur yang aku rasakan. Bahwa setiap potongan masalah yang datang menjadikan aku matang dalam ujian. Meskipun kadang mengoyak hati, tapi disitulah aku tegar. Dan dalam keadaan yang sempit inilah sebenar-benarnya bersyukur.

Contohnya saja hari ini, tiba-tiba saja kerabat datang. Bersilaturahmi seperti biasanya. Satu yang menjadi catatan adalah kedatangannya terdapat berkah yang tidak disangka. Kalau diluar sana banyak orang mengeluh tentang mahalnya bahan-bahan kebutuhan hidup, justru kami disini mendapatkan itu semua secara cuma-cuma lewat silaturahmi. Bukankah itu bagian dari rezeki-Nya yang patut kita syukuri? Bukankah itu bagian dari indahnya bersyukur ditengah kesempitan? Bukankah itu sebuah bukti bahwa rezeki-Nya tak pernah putus? Apapun dan dimanapun kita. Tak perlu cemas, setiap masalah dalam hidupmu adalah cara Alloh menunjukkan berkah dan keajaibanNya..

Dan hari ini aku bersyukur untuk semua itu. Alhamdulillah.. :)
Published with Blogger-droid v1.6.5

January 18, 2011

my great life

Okee...udah masuk pertengahan januari 2011. Dan kehidupan belum berubah...Hohohoho...cuma hubungan saya sama si mas yang udah masuk tahun ketujuh hubungan kita..Wew..Ya, ga banyak berharap. Cuma ingin smua berjalan normal. Semua bisa kita lewatin seperti biasa, dengan cinta....hehehe.. Dan Alloh selalu memberkati hubungan ini. Sampai cita-cita kita tercapai..Amin.
Nah, soal kerjaan..udah hampir setahun aja. Senangnyaaaa..dengan dunia
baru, cerita baru dan pastinya masalah baru yaa.. Yang pasti, bulan-bulan awal tahun itu adalah bulan berat banget. Secara masih mengandalkan APBD untuk gaji. Ya Alloh semoga ini ga lama yaa..amin. Semoga jg Protokol Team tetep kompak yaa..apapun masalah kita..Senang bekerja dengan kalian semua..
Untuk keluarga, hmm...apa ya? Yang Jelas ade2 saya udah makin dewasa. Yaaa, harus bisa jadi kakak yang baik, begitulah pesan salah seorang teman. Cuma aja, mbah kakung mulai ngedrop kesehatannya. Ya cuma bisa berdoa, semoga beliau selalu sehat..amin...Sayang kalian semuaaa...

January 7, 2011

Gelanggang Renang , Riwayatmu Kini...




Jumat siang ini kali kedua saya ikut sidak DPRD Kota Bekasi. Emang yaa slalu ada hal baru yang saya temuin setiap sidak. Kali ini sidak di GOR Kota Bekasi. Khususnya sih ke Gelanggang Renang sm Gedung Pemuda..
Nah..apa yang saya lihat? Wew..ironis banget..
Sejatinya gedung yang bisa dipakai untuk
mengukir prestasi atlet2 Kota Bekasi justru jadi alih fungsi jadi tempat prostitusi.
Kusam dan benar2 tidak berfungsi. Tampak seperti gedung tua padahal baru terbengkalai selama kurang lebih satu atau dua tahun. Pun dengan kondisi gedung Pemuda yang letaknya ga jauh dari gelanggang renang.
Yaa..sebuah pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Pemkot Bekasi di tengah kondisi Bekasi yang sedang meratap ini..
Published with Blogger-droid v1.6.5

Berakhir..

Untuk jiwa yang permainkan hatiku.
Sulit memang..tapi harus ku akhiri.
Maaf..hanya itu yang dapat ku katakan.
Ketika hati kecil ini mulai meronta..
Ada dia disana yang tak dapat kutinggalkan.
Ada cinta yang kutitipkan..
Ada hati yang memberiku hidup..
Ada rindu yang kujaga.
Meski tak dapat kupungkiri..ada rona beda kian berputar dalam dimensiku..
Maaf..harus ku akhiri..
Published with Blogger-droid v1.6.5

January 5, 2011