December 16, 2009

MENJADI MANUSIA YANG BERKUALITAS


Korupsi sepertinya sudah mendarah daging dalam tubuh manusia Indonesia. Padahal ,pemerintah, LSM, agamawan dan rohaniawan sudah sedemikian rajin gembar-gembor tentang pemberantasan penyakit moral yang satu ini. Tetapi hasilnya seolah nihil, penyakit ini masih tetap merajalela.
Para koruptor berharap akan hidup bahagia dengan uang rakyat yang dikorupsinya. Tetapi mustahil ada pencuri yang bisa hidup bahagia, kendati dia tinggal dirumah mewah dengan setupuk harta benda, sejahat apapun manusia pada kondisi tertentu pastilah hati nuraninya akan berbicara. Didalam hati nurani inilah tersimpan segala kebaikan.
Ketika hati nurani berbicara, maka akan menangislah para koruptor itu. Ketika itupula ia merasa harta bendanya tidak berarti apa-apa, sebab hidupnya merasa hampa. Mereka bukanlah hewan yang senantiasa mementingkan kepentingan jasmani saja seraya mengabaikan kepentingan rohani ataupun kebahagiaan batin. Sesungguhnya kebahagiaan seseorang bukan diukur oleh jasmaniahnya, tetapi lebih diukur oleh kondisi batin atau jiwanya. Demikian pula kuailitas manusia yang sesungguhnya adalah diukur oleh kualitas batinnya. Jadi untuk apa harta berlimpah jika jiwa tidak merasa tenang atau bahagia?? Sekecil apapun kita berbuat salah, bukankah sudah pasti akan mengurangi kebahagiaan batin kita.
Menurut Maulana Jalaluddin Rumi, yang menentukan hidup dan kualitas hidup seseorang adalah ruhnya, bukan fisik atau jasadnya. Bukan jasad yang memberi hidup dan makna hakiki bagi manusia dalam hidupnya melainkan ruh atau jiwanya.
Ingatlah fisik dan jasad manusia tak lebih daripada fisik dan jasad binatang. Apa yang dibutuhkan oleh jasad binatang juga dibutuhkan oleh jasad manusia, begitu juga penyakit manusia tak jauh berbeda dengan peyakit hewan. Kalau demikian apakah derajat manusia sama dengan derajat hewan ? tidak! Manusia lebh tinggi martabatnya daripada hewan. Sebab yang dinilai pada manusia bukanlah fisiknya melainkan ruhani atau batinnya.
Banyak fisik yang sehat dan tampan atau cantik tetapi nilainya tak melebihi orang yang kurus kering dan buruk rupa atau bahkan tak ubahnya seperti anjing kudisan.
Jangan pernah silau oleh penampilan fisik, jika sang pemilik keindahan itu tidak menghiasi jiwanya dengan kebenaran sesuai dengan tuntunan nurani sejati. Jangan pula silau melihat kemewahan dan kekayaan para pejabat jika mereka memperoleh kemewahan dan kekayaan itu dengan cara korupsi. Sesungguhnya para koruptor itu tak lebih  hanya anjing-anjing lapar yang tidak pernah bisa tidur nyenyak.
Ingatlah kita pada kisah nabi Daud AS. Dia bukanlah orang yang dikaruniai Allah bentuk fisik rupawan, tetapi semua agama samawi (langit) mengakui bahwa Daud AS adalah salah satu Rosul Allah yang memiliki kualitas kemanusiaan yang tinggi. Kualitas kemanusiaan inilah yang pada akhirnya membuat manusia dikenang oleh generasi penerusnya, bukan karena tumpuklan hartanya.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada para koruptor yang sedang terlena dalam kebahagiaan semu.

Comment Back Myspace Comments






December 6, 2009

Cooming Soon "Sang Pemimpi" The Movie 17 Desember 2009


Bagi anda pengemar novel tetralogi Laskar Pelangi dan tentunya penggemar Laskar Pelangi The Movie pasti sudah tidak sabar menunggu dirilisnya film sekuel dari novel fenomenal ini. Ya, Sang Pemimpi! Kalau tidak ada halangan film keluaran Miles Films & Mizan Productions ini akan dirilis pada tanggal 17 Desember 2009 di seluruh bioskop di Indonesia. Sang Pemimpi adalah novel kedua karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan Juli tahun 2006.

Dalam novel ini Andrea mengeksplorasi hubungan persahabatan dan persaudaraan antara Ikal dan Arai.Sang Pemimpi merupakan buku kedua dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Edensor dan Maryamah Karpov. Setelah sukses di novel, kisah Ikal dan Arai juga akan kembali diadaptasi ke layar lebar untuk mengikuti sukses film "Laskar Pelangi". Film "Laskar Pelangi" sendiri yang diadaptasi dari novel perdana Andrea telah mencatatkan sukses besar pada akhir 2008 dengan jumlah penonton mencapai lebih dari empat juta orang.

Dalam film "Sang Pemimpi" penonton akan mendapatkan suguhan yang berbeda dibandingkan "Laskar Pelangi". Perbedaan ini juga menyangkut perjalanan hidup si Ikal yang mulai beranjak remaja. Beberapa tokoh yang akan memerankan peran dalam film Sang Pemimpi ini adalah Ariel "Peterpan", Nugie, Mathias Muchus, Rieke Dyah Pitaloka, Lukman Sardi, dan Zulfani. Sementara itu pula ada beberapa pemain baru asli Pulau Belitong yang akan memerankan tokoh Ikal, Arai, dan Jimbron ketika remaja dan dewasa. Mari kita tunggu kehadirannya tidak lama lagi...