September 25, 2009

Akhir Ramadhan

Bulan Ramadhan udah pergi lagi aja nich..
Kayaknya belum lama..
Bener juga ya ternyata, andai kita tahu kalo ramadhan itu bener-bener bulan yang penuh dengan berkah dan rahmat dari Alloh SWT, kita pasti bakal minta ramadhan aja gitu setahun..

Saya kok ngrasanya bener-bener dapet pencerahan gitu ya di bulan suci ini..Gimana ngga..lah wong begitu ada masalah dateng, eh tau-tau aja Alloh itu ngasih saya jawaban. Yaaa..memang bukan jawaban langsung dalam bentuk hasil sich..Tapi berupa cara-cara yang bisa saya tempuh..sikap-sikap yang bisa saya lakukan untuk mengatasi masalah itu..
Datengnyajuga ga terduga..tiba-tiba aja gitu. Kadang waktu lagi dengerin ceramah ustadz di tv, lewat tulisan2 dari sebuah buku atau artikel yang ga sengaja saya baca..atau apapun lah...Subhannallah....

Satu hal yang saya suka dari ramadhan..yaitu banyaknya ceramah2 atau ensiklopedia tentang islam di acara2 tv. Bayangin de, kaya gitu kan jarang bahkan ga ada kalo bukan di bulan ramadhan..Padahal menurut saya mah perlu..Coz manusia juga prlu siraman atau pencerahan dari ustadz2 atau ulama2 itu..Setidaknya yaaa untuk membentengi atau membuat kita inget sama tujuan akhir hidup kita lah..sama dosa2 kita...

Emang bener..ramadhan mah gak ada matinyeeee...!

Menjaga Bara Kebaikan

Pelaksanaan ramadhan sesungguhnya dimaksudkan agar setiap insan berhasil meraih ketakwaan, yaitu kondisi dimana segala kehendak Allah SWT menjadi kehendak kita dan larangan Allah SWT menjadi batasan kita. Sesudah ramadhan menempa diri lewat kertertiban pola pengendalian nafsu dan peningkatan amal ibadah, maka ketakwaan yang menjadi buahnya tentu akan melekat menjadi bingkai amal dihari-hari berikutnya.

Namun, kenyataannya hidup kebanyakan umat islam seolah terbagi atas dua fase, yaitu fase didalam ramadhan dan fase diluar ramadhan. Didalam ramadhan, setiap diri seolah berlomba menjadi hamba Allah SWT sedekat-dekatnya. Lewat Tilawah yang ditargetkan, aurat yang ditutup rapatkan, pembicaraan yang terjaga, amalan jariah yang diperbanyak serta shalat-shalat sunnah yang ditingkatkan.

Diluar ramadhan, umat pun kembali pada selera asalnya. Ibadah khas (mahdhoh) sering terabaikan, maka sunnah pun semakin terlupakan. Nafsu pun seolah kembali menemukan jalan kebebasannya setelah “terkekang” sebulan penuh. Bertaburanlah segenap iri, dengki, hasad, hasud, dan gosip sebagai menu aktivitas sehari-hari.

Seorang teman saya pernah berkata,“Waktu ramadhan, nggak makan seharian enteng aja rasanya, eh begitu masuk Syawal, bawaannya lapeeer mulu.. Tilawah, shalat malam, sedekah juga nggak sekenceng ramadhan. Rasanya susah banget. Padahal, waktu ramadhan kayaknya berbuat baik itu mudaaah banget...kenapa ya ?? “

Ya, pertanyaan ini mungkin tidak hanya menjadi pertanyaan teman saya saja, tetapi menjadi pertanyaan kita bersama, ya bukan ? Mengapa semangat berbuat kebaikan begitu mudah luntur, mengapa ramadhan kita tidak banyak berbekas, kenapa kita tidak bisa menjadi hambanya yang shalih-muslih sekali dan selama-lamanya?

Nyatanya, dalam hidup memang tidak pernah ada kesuksesan yang melekat sekali dan selamanya tanpa dirawat, dijaga dan ditumbuhsuburkan, apapun bentuknya baik itu jabatan tinggi, popularitas, kecantikan, kecerdasan, kekayaan, termasuk keluhuran budi, keimanan, dan perilaku kebaikan..

Orang kaya selalu merawat, menjaga, dan menyuburkan kekayaan mereka lewat rencana finansial dan investasi yang dikaji ulang berkali-kali. Para bintang merawat, menjaga dan menyuburkan kecantikannya dengan rajin ke salon, rutin berolahraga, serta mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi. Para intelektual mengasah ketajaman pikiran dan kecerdasannya dengan terus belajar, rajin membaca, dan kerap bertukar pikiran. Maka, pastilah keimanan dan keshalihan pun harus selalu dirawat, dijaga, dan ditumbuhkembangkan secara maksimal pula.

Al-quran surat Hud ayat 112_116 menjelaskan setidaknya ada empat hal yang bisa dilakukan untuk beristiqomah didalam kebaikan. Pertama, kita harus memunculkan kemauan untuk berpatokan hidup hanya pada arahan Allah SWT dan Rosul-Nya saja. Karena, berawal dari kemauan untuk berpatokan seperti inilah kita bisa membentengi diri kita untuk selalu berada dalam kebaikan. Arahan Allah SWT dan Rosul-Nya membawa diri kita senantiasa terjaga dari sifat-sifat tercela.

Kedua, kita perlu memilah dan memilih lingkungan pergaulan yang baik, yang bisa meneguhkan iman dan keshalihan kita dimasa kuat, mengingatkan kita disaat salah, dan menopang kita disaat lemah. Kalaupun tidak terwujud pada semua area peran kita yang begitu beragam, setidaknya lingkungan kondusif ini terwujud pada sebagian area peran hidup kita. Apalagi dengan usia kita sekarang, sangat rentan terbawa hal-hal yang negatif. Tidak bisa di pungkiri, saat ini banyak sekali remaja Indonesia dan dunia terperangkap dalam lingkaran setan, yakni Free Sex dan Drugs.

Ketiga, tidak bisa tidak, pelaksanaan amal-amal shalih harus dibiasakan untuk kemudian ditingkatkan, baik kuantitasnya, juga kualitasnya. Bermula dari yang rutin ditambah dengan yang sunnah. Bermula dari sedikit, ditingkatkan menjadi banyak. Dimulai dari memaksa diri hingga dijalani dengan penuh kecintaan.

Keempat, kita harus bersabar disegala lini amal. Bersabar dengan pemaksaan dimasa-masa awal, saat begitu lemahnya kemauan kita. Bersabar ditengah perjalanan ketika banyaknya godaan dan tarikan yang nampak menggiurkan, dan bersabar untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki diri kita, mana kala kita mulai oleng dengan ketakjuban akan amal shalih diri kita sendiri.

Dengan keempat jalan ini, semoga kobaran semangat amal shalih diwaktu ramadhan seiring tibanya fajar satu Syawal dan seterusnya terus membara dalam keseharian hidup kita, semoga membawa kebaikan dan manfaat bagi kita semua agar tetap menjaga bara kebaikan kapan pun dan dimana pun.

Aaammmiiiiiinnnn...

September 16, 2009

FENOMENA 10 MALAM TERAKHIR

Tulisan ini saya buat pada malam ke 27 Ramadhan 1430 H atau tepatnya pada 26 Ramadhan 1430 H. Melalui tulisan ini saya hanya ingin mereview lagi rangkaian 10 malam terakhir di bulan Ramadhan yang ternyata fenomenanya selalu sama di tiap Ramadhan yang telah saya lalui selama ini.
Sebagaimana kita tahu bahwa 10 malam terakhir pada bulan Ramadhan adalah saat-saat puncak ibadah kita. Bagaimana tidak, menurut beberapa hadist dan para ulama, bahwa pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil terdapat keutamaan Ramadhan yaitu malam Lailatul Qadar atau malam seribu bulan. Di sini sebagai umat muslim, layaknya kita berlomba untuk bisa mendapatkan malam itu melalui amalan dan ibadah kita yang semakin baik. Yaa..misalnya saja Qiyamul Lail di Masjid, Itikaf, memperbanyak Zikir dan berbagai macam ibadah lainnya.

Namun, sangat disayangkan, yang terjadi justru masjid atau musola semakin sepi saja. Contohnya saja musola tempat saya melakukan solat tarawih malam ini..Di bagian ikhwan hanya tinggal 2 shaf. Sedangkan bagian akhwatnya lebih parah lagi..1 shaf! Itu pun tidak sampai 10 orang per shafnya..
Jika kita perhatikan, justru yang ramai adalah tempat-tempat perbelajaan seperti mal, pasar, dan juga fasilitas umum untuk mudik! Bahkan masyarakat rela berdesakan hanya untuk semua itu..Yang ada, setelah melakukan aktivitas yang amat padat itu, malamnya mereka lupa untuk beribadah...Sebenarnya tidak ada yang salah sih..hanya saja kalau kita mau merubah kebiasaan kita itu, justru akan lebih baik. Toh ibadah di dunia adalah bekal untuk akhirat. Yaa mohon maaf kalau kata-kata saya mungin menyinggung atau kurang tepat. Saya hanya ingin berbagi mengingatkan saudara semua sesuai kemampuan saya nelalui tulisan di blog ini. Semoga Ramadhan ini membawa berkah tak terkira bagi kita semua. Dan mari kita menyambut 1 Syawal 1431 H dengan suka cita dan pribadi yang baru, lebih baik dari sebelumnya..Amin..

September 14, 2009

WAHAI CALON SUAMIKU

ketahuilah…
sesungguhnya tidaklah aku ingin menikah melainkan karena aku tidak ingin mati dalam keadaan agamaku ini hanya setengah. [1]
dan tidaklah aku ingin menjadi orang yang menikah melainkan karena aku meyakini janji Alloh bagi orang yang menikah itu benar adanya.
tahukah kau bahwa setiap hubungan suami isteri yang halal itu adalah sedekah yang dapat mendatangkan pahala?! [2]
tahukah kau bahwa hanya dengan merengkuh tangan isteri maka berguguranlah dari jari jemari dosa-dosa?! [3]
dan tahukah kau bahwa bila seorang isteri meninggal dunia sementara suaminya dalam keadaan ridha padanya maka ia akan masuk surga?! [4]
dan bila semasa hidup dia taat kepada Alloh dan taat pula kepada suaminya maka ia boleh memasukinya dari pintu mana pun yang ia suka?! [5]
duhai, calon suamiku…
tidak lah aku ingin menjadi seorang isteri melainkan karena janji Alloh yang satu ini.
karena sesungguhnya aku takut mengetahui bahwa penghuni neraka itu kebanyakan wanita. [6]
dan hanya kepada Alloh aku berharap perlindunganNya dan petunjukNya di manapun aku berada.
wahai calon suamiku…
telah ditakdirkan Alloh bahwa akhirnya engkau memilihku.
semoga inilah perlindungan dan petunjuk yang Dia berikan agar aku bisa mendapatkan kebenaran janji Alloh itu…
namun, wahai calon suamiku,
aku ingin kau menyadari bahwa aku bukanlah makhluk yang sempurna seperti juga dirimu.
maka mengertilah bahwa setelah kita menikah nanti akan banyak hal baru yang akan sama-sama kita ketahui
insya Alloh, akan kujaga apa yang harus kujaga darimu,
dan kuharap kau pun menjaga apa yang harus kau jaga dariku. [7]
bila kau menemukan ketidaksukaanmu padaku karena kekuranganku
maka bersabarlah, calon suamiku…
karena kadang-kadang pada sesuatu yang tidak kau sukai, Alloh menjadikan kebaikan padanya. [8]
temukanlah kelebihan yang kau sukai dari diriku,
bukankah kau memiliki alasan mengapa kau ingin menikahiku?! [9]
tetapi, wahai calon suamiku…
bila ketidaksukaan yang kau temukan itu adalah karena kesalahanku,
maka nasehatilah aku, pisahkanlah tempat tidurku dan pukullah aku bila akhirnya aku meninggalkan kewajibanku. [10]
namun janganlah kau bermaksud menyakitiku hingga membahayakan hidupku karena aku adalah bagian dari dirimu. [11]
janganlah kau luruskan kebengkokanku, karena aku bisa patah [12]
tetapi berhati-hatilah terhadapku, karena aku bagaikan gelas kaca [13].
ingatlah bahwa manusia yang baik adalah yang baik pada keluarganya,
dan lelaki yang baik adalah yang baik pada isterinya. [14]
dan cukuplah engkau menjadikan aku seseorang yang patuh kepadamu dengan menjadi seseorang yang pantas aku patuhi.
sehingga aku mempunyai alasan mengapa aku harus berhias setiap hari,
dan mengapa aku harus menjaga diriku, kehormatan dan juga hartamu saat kau tidak ada di sisi… [15]
jadikanlah aku sebaik-baik perhiasan duniamu [16], hartamu yang paling berharga [17]…
-Mutiara-
*Footnote
1. Hadits Riwayat Al-Hakim, artinya: Barangsiapa menikah, maka dia telah menguasai separuh agamanya, karena itu hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi.
2. Hadits Riwayat Muslim, artinya: dan kalian jima’ dengan isteri pun sedekah. Bukankah bila syahwat disalurkan pada tempat yang haram maka akan mendapatkan dosa? Maka demikian pula bila disalurkan pada tempat yang halal, maka akan mendapatkan pahala.
3. Riwayat Maisarah, artinya: Sungguh, ketika suami isteri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan keduanya dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan isteri (meremas-remasnya), berguguranlah dosa-dosa keduanya dari sela-sela jari-jemari.
4. Hadits Riwayat Ibnu Majah, artinya: Siapapun wanita yang meninggal dunia sedang suaminya meridhainya maka dia akan masuk surga.
5. Hadits Riwayat Ath Thabrani, artinya: jika seorang wanita mengerjakan shalat 5 waktu, berpuasa satu bulan penuh (Ramadhan), dan mentaati suaminya, maka hendaklah ia memasuki dari pintu surga manapun yang dia kehendaki.
6. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Telah diperlihatkan api naar kepadaku, kulihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.
7. (a) Hadits Ibnu Abi Syaibah, artinya: Di antara manusia yang paling rendah derajatnya di sisi Allah padahari kiamat adalah seorang suami yang jima’ dengan isterinya lalu menyebarkan rahasianya. (b) Hadits At Tirmidzi, artinya: dan hak kalian (suami) atas mereka (isteri) adalah mereka tidak mengajak orang yang kalian benci untuk mendatangi tempat tidur kalian serta tidak mengizinkan orang yang kalian benci memasuki rumah kalian
8. An Nisa’: 19, artinya: Dan bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.
9. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Seorang wanita dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunanannya,, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.
10. An Nisa’: 34, artinya: Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya (meninggalkan kewajiban sebagi isteri), maka nasehatilah, pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta’atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.
11. (a) Al-Hujurat: 10, artinya : Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara” (b) Hadits Riwayat: artinya : Perumpamaan kaum muslimin dalam cinta kasih, dan lemah lembut serta saling menyayangi antara mereka seperti satu jasad (tubuh) apabila satu anggotanya merasa sakit, maka seluruh jasadnya ikut merasa sakit.
12. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Bersikap baiklah terhadap wanita. Karena mereka itu diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah yang paling atas. Kalau kamu berusaha meluruskannya, maka ia akan patah.
13. Hadits Riwayat Bukhari, artinya: Wahai Anjasyah, perlahanlah, sebab bawaanmu adalah gelas-gelas kaca.
14. (a) Hadits Riwayat At Tirmidzi dan Ibnu Majah, artinya: sebaik2 kalian adalah yang baik kepada keluarganya. (b) Hadits Riwayat Imam Hakim: artinya: sebaik-baik kalian adalah yang baik kepada isterinya
15. Hadits Riwayat Ahmad, artinya: Apakah kalian mau saya beritahu tentang simpanan seseorang yang paling berharga? Yaitu wanita sholihah yang suaminya menjadi bahagia bila memandangnya, bila diperintah segera dipenuhi, dan bila suaminya tidak ada dia menjaga kehormatannya.
16. Hadits Riwayat Muslim, artinya: Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita sholihah.
17. Lihat No. 15
copas from http://mutiarasuamiku.wordpress.com/2009/01/11/tuk-calon-suamiku
.

September 11, 2009

Hari ini sebelum kita mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berkata-kata sama sekali.

Sebelum kita mengeluh tentang rasa dari makanan,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kita mengeluh bahawa kita buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada keadaan yang terburuk di dalam hidupnya.

Sebelum mengeluh tentang suami atau isteri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup.

Hari ini sebelum kita mengeluh tentang hidup,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat.

Sebelum kita mengeluh tentang anak-anak kita,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul.

Sebelum kita mengeluh tentang rumah yang kotor kerana pembantu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan.

Dan di saat kita letih dan mengeluh tentang pekerjaan,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti kita.

Sebelum kita menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
Ingatlah bahawa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.

Dan ketika kita sedang bersedih dan hidup dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahawa kita masih hidup !

Ujian Untuk Jadi Lebih Mulia



































Kata orang, hidup ini layaknya roda kehidupan. Kadang berada di atas, kadang berada di bawah. Ada pula yang bilang hidup ini seperti ombak di pantai. Kadang tenang, namun tak jarang pula menghantarkan gelombang yang begitu kencang. Apa pun perumpamaan manusia terhadap kehidupan ini, intinya adalah hidup ini takkan setenang air di dalam kolam. Akan ada goncangan-goncangan, hambatan-hambatan, dan ujian-ujian yang bermacam-macam bentuknya.



Terkadang manusia seringkali merasa tidak mampu untuk menghadapi cobaan-cobaan hidup. Bahkan banyak pula yang tak menyadari bahwa semua nikmat dan semua ujian itu hanya berasal dari satu sumber. Semua itu berasal dari pemilik seluruh jiwa-jiwa manusia dan penguasa seluruh hati-hati manusia, yaitu Allah, Sang Maha Kuasa. Parahnya, ada juga yang menyesali diri sendiri, menganggap nasib diri terlalu sial, sehingga tak pernah mendapatkan kebahagiaan dalam hidup.



Mungkin anda pernah dengar cerita sebuah cangkir cantik yang dipajang di sebuah etalase toko. Sebelum berada di sana, ia hanyalah seonggok tanah liat yang sama sekali tidak dihiraukan orang. Kemudian seorang pengrajin mengambil dirinya, membentuk tanah liat itu, kemudian membakarnya di dalam perapian. Sang tanah liat sempat marah dan benci terhadap perlakuan yang diterimanya. Ia harus menahan sakit dan kepanasan. Tak sampai di situ, ia harus rela dicat dengan berbagai warna, kemudian dibakar lagi. Segala macam perlakuan sungguh tidak mengenakkan baginya. Namun apa yang terjadi, setelah semua proses selesai, sang tanah liat mendapati dirinya telah menjadi sebuah cangkir cantik. Ia bukan lagi seonggok tanah liat yang bau, tapi ia telah menjadi sosok baru dan tentu saja lebih baik.



Mungkin kita sebagai manusia, seringkali berpikir seperti tanah liat tadi. Ujian-ujian yang mendatangi di setiap detik kehidupan selalu ditanggapi dengan ketidaksabaran, keluh kesah, dan ketidakikhlasan. Tak jarang mungkin di antara kita merasa terlalu dibebani dengan amanah-amanah, merasa hanya diri sendiri yang diberi ujian, sedang orang lain bisa bersenang-senang, dan ada juga yang justru berhenti dan tidak mau lagi berbuat karena merasa terlalu lelah, fatigue, dan kecewa. Belum lagi kondisi lingkungan, keluarga, dan teman-teman yang seringkali cuek, tidak perduli, dan sibuk dengan urusan masing-masing.



Tapi cobalah kita lihat kisah si gelas cantik tadi. Lihatlah, betapa setelah semua proses berlalu, seonggok tanah liat telah menjadi sebuah gelas cantik. Betapa indahnya perubahan itu. Saat ini anda mungkin sedang diuji berbagai macam masalah, mulai dari masalah di keluarga, orang tua, teman-teman, tempat kerja, bahkan amanah dakwah sekalipun, tapi percayalah bahwa Allah sedang membentuk anda. Bisa jadi anda tidak menyukai bentukan itu, tapi anda harus sabar. Bukankah selalu ada kemudahan setelah kesusahan? Ingat, awan tak selamanya mendung, sekali waktu ia akan cerah berawan menaungi langit. Bahkan angin topan pun tak selamanya meniupkan angin kencangnya, pada waktunya ia akan tenang dan reda kembali.



Dulu, seorang teman pernah bilang, kalau merasa diri sedang mendapatkan ujian yang begitu berat, berbaik sangkalah kepada diri sendiri dan kepada Allah. Ingat bahwa Allah selalu menurut persangkaan hamba-Nya. Anggap saja saat diuji dengan berbagai masalah, anda sedang dalam masa ujian layaknya anak sekolah. Untuk bisa naik tingkat, harus ada ujian untuk menguji kesiapan. Makin tinggi tingkat, makin tinggi pula level kerumitan ujian yang diberikan. Percayalah, kalau anda berhasil menghadapi ujian ini, anda akan berhasil naik tingkat di mata Allah, menjadi mukmin sejati. Allah tidak akan memberikan suatu ujian sesuai dengan kemampuan hamba-Nya. Kalau Allah saja yakin kita mampu, masa kita sendiri tidak yakin dengan kemampuan diri?

Buat saudara-saudaraku yang saat ini sedang diuji oleh Allah, apapun bentuk ujian itu, bergembiralah dan bersabarlah. Bergembira karena ujian berarti Allah masih peduli dan sayang kepada kita, untuk itu ia memberikan ujian agar kita lebih kuat, lebih bijak, dan lebih mulia. Allah ingin kita menjadi lebih baik di hadapan-Nya. Setelah itu, bersabarlah karena sesungguhnya kesabaran akan membuahkan ketenangan jiwa, kekuatan hati, dan sungguh Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Bersabarlah, karena Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang beriman, justru manusia lah yang seringkali meninggalkan sang penciptanya.



Apakah yang diperoleh orang-orang yang telah kehilangan Allah dari dalam dirinya? Dan apakah yang harus dicari oleh orang-orang yang telah menemukan Allah di dalam dirinya? Sungguh antara yang pertama dan kedua tidak akan pernah sama. Orang kedua akan mendapatkan segalanya, dan orang pertama akan kehilangan segalanya.

Wallahualam

All About Huruf

All About Huruf
Huruf dan tulisan memiliki arti amat penting bagi manusia. Bahkan, yang namanya peradaban atau masa sejarah ditandai dengan peristiwa dikenalnya tulisan oleh manusia. Zaman sebelum ada tulisan sering disebut zaman prasejarah. Kalau Anda melihat ke buku atau ke layar komputer, Anda akan melihat huruf dan tulisan. Di jalanan pun Anda akan melihat tulisan. Di pakaian, di badan mobil dan pesawat terbang, bahkan di gua-gua purbakala Anda bisa menjumpai tulisan. Selain gambar, huruf adalah cara manusia berkomunikasi secara visual.

Sejarah huruf bermula di Mesir purba. Pada 2700 SM orang Mesir telah membangunkan set dari setengah 22 hieroglyph untuk mempersembahkan konsonan individu dari bahasa mereka, tambahan ke-23 yang seolah-olah telah dipersembahkan kata-initial atau vokal kata-akhir. Glyph ini telah digunakan sebagai panduan untuk lologram, untuk menulis infleksi tatabahasa, dan, kemudian, untuk mentranskripkan kata pinjaman dan nama asing. Bagaimanapun, walaupun huruf secara awal, sistem ini tidak digunakan secara tulen untuk menulis huruf. Huruf skrip tulen pertama adalah dibuat sekitar 2000 SM untuk pekerja Semitik di Mesir tengah. Lebih lima abad kemudian menyebar ke utara, dan semua huruf berikutnya ke seluruh penjuru dunia telah sama asal-usulnya, atau telah terinspirasi oleh salah satu dari keturunannya, dengan kemungkinan kecuali dari huruf Meroitik, sebuah hieroglyph adaptasi abad ke-3 SM di Nubia, selatan Mesir.
Sejarah huruf, sama tuanya dengan peradaban manusia itu sendiri, sejak manusia mengenal bentuk visual untuk berkomunikasi dan merekam peristiwa, sejak itulah sejarah huruf mulai ada–meski saat itu belum dikatakan sebagai huruf, aksara atau alphabet sekalipun. Lalu orang-orang berbakat mengembangkan seni bentuk tulisan itu —seperti orang berbakat lain mengembangan seni lukis, patung, bangunan dan ilmu pasti lain, hingga sekarang cabang seni yang berkecimpung di bidang gambar huruf dan elemennya dikenal dengan Typography.

Tipe/Typeface dan Font
Satu hal pertama yang Anda bisa perhatikan dari tulisan-tulisan yang berbeda itu adalah, bahwa bukan huruf-hurufnya saja yang berbeda, melainkan jenis hurufnya juga. Huruf “A” atau “a” di sebuah tulisan bisa berbeda dari huruf “A” dan “a” yang lain. Anda tahu bahwa keduanya abjad alfabet yang sama, tapi Anda juga mengamati bahwa jenis hurufnya berbeda. Bisa jadi yang satu lebih tebal atau gemuk dari yang lain, bisa jadi kaki-kaki hurufnya ada yang memiliki tangkai, atau lebih pendek atau lebih panjang, dan sebagainya.

Sebuah jenis huruf yang sama kadang diberi nama tertentu (misalnya: Times New Roman). Jenis huruf ini disebut typeface, atau singkatnya tipe. Sekarang orang juga sering menyebut jenis huruf dengan font, karena file yang berisi informasi sebuah typeface di komputer diberi istilah font (misalnya, di Windows, informasi untuk menggambar tipe Arial disimpan dalam file ARIAL.TTF). Di dalam dunia tipografi tradisional (nondigital), yaitu saat huruf dicetak menggunakan balok-balok logam, font memiliki arti lain kumpulan balok-balok huruf logam yang memiliki satu typeface dan satu ukuran tertentu. Belakangan barulah orang-orang komputer memakai kembali istilah font untuk bidang tipografi digital. Kedua istilah typeface/tipe dan font dalam artikel ini akan dipakai bergantian.

Klasifikasi Tipe
Ada banyak sekali jenis huruf yang bisa kita amati. Mungkin di komputer Anda sendiri ada terinstal ratusan hingga ribuan file font. Sebagian font bentuknya unik dan aneh sehingga mudah kita kenali, sementara yang lain tampak sekilas mirip-mirip semua. Setiap saat pun diciptakan font-font baru. Produser film-film Hollywood misalnya, sering mengeluarkan dana untuk mendesain font baru yang unik untuk filmnya.
Berdasarkan bentuknya, para pakar tipografi umumnya membagi jenis huruf ke dalam dua kelompok besar: serif dan sans serif. Lalu ada kelompok ketiga dan keempat yang disebut script dan dekoratif. Jenis serif dan sans serif pun berbeda-beda, tapi mari sebelumnya mengetahui perbedaan serif dan sans serif.

Serif adalah kelompok jenis huruf yang memiliki “tangkai” (stem). Lihatlah font Times New Roman, Bodoni, Garamond, atau Egyptian misalnya. Persis mendekati ujung kaki-kaki hurufnya, baik di bagian atas maupun bawah, terdapat pelebaran yang menyerupai penopang atau tangkai. Menurut sejarah, asal-usul bentuk huruf ini adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno. Seperti kita ketahui, bagian atas dan bawah tiang pilar memang lebih besar agar bisa membuat pilar lebih kokoh.

Sans serif (atau “tanpa” serif) adalah jenis huruf yang sebaliknya: tidak memiliki tangkai. Ujung-ujung kakinya polos begitu saja. Contohnya Arial atau Helvetica (Catatan: meski amat mirip dan sering saling mensubstitusi satu sama lain, kedua font ini tidaklah mirip persis. Cobalah sekali-kali Anda cetak contoh huruf dalam ukuran besar dan amati perbedaan-perbedaan tipis kedua font ini.) Contoh lain jenis huruf sans adalah ITC Officina Sans, yaitu font yang digunakan di mwmag yang sedang Anda baca ini.
Kegunaan tangkai serif. Pada ukuran teks kecil, seperti seukuran tulisan teks di surat kabar atau buku, umumnya tangkai pada kaki-kaki font serif membantu agar tulisan mudah dibaca. Mengapa? Karena tangkai font serif membantu membentuk garis tak tampak yang memandu kita mengikuti sebuah baris teks. Karena itulah kita banyak menjumpai buku-buku dilayout dengan serif. Menurut penelitian, seseorang yang membaca font serif bisa lebih tahan membaca karena tidak mudah lelah—akibat adanya bantuan dari tangkai serif tadi.

Tapi pada kondisi-kondisi berikut ini:
  • huruf amat kecil (seperti tulisan bahan-bahan di label makanan)
  • huruf amat besar (seperti di plang-plang merek) yang harus dilihat dari jauh
  • di layar monitor; huruf sans serif kadang lebih mudah dibaca.

Karena justru kaki-kaki font serif memperumit bentuk huruf sehingga sedikit lebih lama dibaca. Jika huruf kecil sekali atau pada resolusi rendah seperti di layar monitor, kaki serif bisa tampak bertindihan dan menghalangi pandangan. Karenanya kita banyak melihat plang rambu lalu lintas menggunakan huruf yang sesederhana mungkin agar bisa cepat dibaca, dan di halaman web banyak dipakai font serif karena lebih mudah dibaca pada ukuran kecil/layar kasar.

Jenis-jenis serif

Serif tiap jenis huruf pun dapat berbeda-beda. Huruf-huruf masa lama (Old Style) seperti Garamond dan huruf-huruf masa transisi (Transitional) seperti Times New Roman misalnya, memiliki tangkai yang sudutnya lengkung. Sementara pada huruf-huruf masa modern seperti Bodoni, tangkainya bersudut siku. Ada lagi yang bersudut siku pula, tapi relatif tebal/tinggi. Contohnya Egyptian. Tipe serif seperti Egyptian kadang disebut slab serif. Beberapa huruf unik tertentu memiliki tangkai serif negatif, yaitu tangkai yang masuk ke sisi dalam kaki sehingga ujung kaki nampak lebih kecil dari batang kakinya.

Skrip dan Dekoratif
Selain serif dan sans serif, ada pula jenis huruf “sambung” dan huruf “gaya bebas.” Huruf sambung atau script bisa juga Anda sebut “huruf tulis tangan” (handwriting) karena menyerupai tulisan tangan orang. Atau bisa juga disebut “huruf undangan” karena hampir selalu hadir di kartu-kartu undangan karena dipandang indah dan anggun. Ada berbagai macam huruf script dan handwriting, mulai dari yang kuno hingga modern, dari yang agak lurus hingga miring dan amat “melingkar-lingkar”.

Sementara huruf “gaya bebas” mencakup segala macam jenis huruf “aneh” lain yang sulit dikategorikan dalam ketiga kategori lainnya. Kadang huruf ini bisa diinspirasi dari bentuk geometris tertentu, memadukan gambar atau pola tertentu, dan sebagainya. Di komputer juga dikenal font-font “wingdings-like” yang sebenarnya adalah clipart. Tiap hurufnya murni berupa ikon atau gambar, bukan huruf.

Umumnya jenis-jenis huruf skrip dan dekoratif digunakan untuk hiasan atau dekorasi, bukan untuk teks maupun headline teks. Karena derajat kompleksitasnya lebih tinggi, maka tidak cocok untuk teks karena akan menyulitkan pembacaan.

Times New Roman
Times New Roman adalah salah satu contoh jenis huruf yang paling sering di gunakan disamping Arial. Berikut ini adalah sekelumit tentang Times New Roman.
Nama lengkap: Times New Roman (dari perusahaan Monotype) atau Times Roman (nama dari Linotype). Jenis: serif, transisional. Perancang: Stanley Morison.
Ada empat buah tipe untuk Times New Roman, masing-masing untuk versi roman, bold, italic, dan bold italic. Keempat tipe ini, meskipun dinamai Times New Roman dan dimaksudkan untuk dipakai berbarengan, namun oleh desainernya secara hati-hati telah dibuat berbeda agar tetap tampil serasi.
Karakteristik: Karena termasuk tipe transisional, tingkat kontrasnya—perbedaan ketebalan antara stroke yang tebal dan tipis—cukup tinggi. Serifnya pun tajam-tajam. Ascender dan descendernya pendek.
Pertimbangan pemakaian: Times banyak dipakai untuk teks bodi majalah dan koran. Saya menganjurkan Anda mencari dan mencoba tipe lain dulu sebelum memutuskan menggunakan Times karena saat ini Times terlalu overused.
Pertimbangan kombinasi: Times cocok dikombinasikan dengan tipe-tipe sans serif seperti Arial, Futura, Gill Sans, atau Impact. Karena formal, Times tidak cocok dipadankan dengan Comic Sans misalnya.

Huruf Latin
Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani.
Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26. Pada dasarnya huruf memiliki energi yang dapat mengaktifkan gerak mata. Energi ini dapat dimanfaatkan secara positif apabila dalam penggunaannya senantiasa diperhatikan kaidah-kaidah estetika, kenyamanan keterbacaannya, sertainteraksi huruf terhadap ruang dan elemen-elemen visual di sekitarnya.

Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan ROMAWI. Kejayaan kerajaan Romawi di abad pertama yang berhasil menaklukkan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikannya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alfabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alfabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R, S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z ditambahkan dalam alfabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani. Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan sehingga jumlah keseluruhan alfabet Latin menjadi 26.

Kemajuan teknologi selanjutnya terjadi pada tahun 1984 ketika Adobe Systems merilis PostScript Font dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporations mengeluarkan TrueType Font. Postscript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau yang disebut font. Huruf digital sesungguhnya berupa bahasa komputer yang berfungsi menerjemahkan kode-kode untuk menghasilkan tampilan bentuk huruf yang sempurna baik di layar monitor amupun pada saat pencetakan. Saat ini dapat ditemukan bergam jenis huruf digital yang digunakan dalam program komputer.

Setiap bentuk huruf dalam sebuah alfabet memiliki keunikan fisik yang menyebabkan mata kita dapat membedakan antara huruf ‘m’ dengan ‘p’ atau ‘C’ dengan ‘Q’. Keunikan ini disebabkan oleh cara mata kita melihat korelasi antara komponen visual yang satu dengan yang lain.

Jenis - jenis Huruf
Berikut ini beberapa jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig , antara lain sbb :

 Roman
Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik, anggun, lemah gemulai dan feminin.

 Egyptian
Adalah jenis huruf yang memiliki ciri kaki/sirip/serif yang berbentuk persegi seperti papan dengan ketebalan yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulakn adalah kokh, kuat, kekar dan stabil.

 Sans Serif
Pengertian San Serif adalah tanpa sirip/serif, jadi huruf jenis ini tidak memiliki sirip pada ujung hurufnya dan memiliki ketebalan huruf yang sama atau hampir sama. Kesan yang ditimbulkan oleh huruf jenis ini adalah modern, kontemporer dan efisien.

 Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah sifast pribadi dan akrab.

 Miscellaneous
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada. Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki adalah dekoratif dan ornamental.
Dalam pemilihan jenis huruf, yang senantiasa harus diperhatikan adalah karakter produk yang akan ditonjolkan dan juga karakter segmen pasarnya. Seperti misalnya pada produk minyak wangi untuk wanita jarang yang menggunakan jenis huruf Egyptian karena berkesan kuat dan keras dan biasanya mempergunakan jenis huruf Roman yang bernuansa klasik dan lembut sehingga cocok dengan karakter minyak wangi dan wanita.

Abjad Latin adalah huruf yang pertama kalinya dipakai oleh orang Romawi menuliskan bahasa Latin kira-kira abad ke 7 sebelum Masehi. Mereka belajar menulis dari orang-orang Etruria. Sedangkan orang Etruska belajar dari orang Yunani. Aksara Etruska merupakan adapatasi dari abjad Yunani. Pada saat ini abjad Latin adalah huruf yang paling banyak dipakai di dunia untuk menuliskan berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia.

Orang Romawi hanya membutuhkan 23 huruf untuk menulis bahasa Latin: A B C D E F G H I K L M N O P Q R S T V X Y Z
Orang Romawi hanya menggunakan huruf besar saja. Huruf kecil baru berkembang kemudian hari, dari bentuk kursif tulisan tangan.
Huruf I dan V, bisa dipakai sebagai vokal dan konsonan. Sedangkan huruf K, X, Y dan Z hanya digunakan untuk menulis kata-kata pungutan dari bahasa Yunani.
Huruf C kemungkinan dilafazkan seperti dalam bahasa Indonesia. Lafaz di kemudian hari di mana C di depan i dan e dilafazkan sebagai [s] dan di depan vokal lainnya sebagai [k], kemungkinan besar tidak berlaku zaman dahulu. Tetapi ada pula yang berpendapat bahwa C di semua kasus diucapkan sebagai [k].

Huruf-huruf J, U dan W ditambahkan di kemudian hari untuk menuliskan bahasa non-Latin lainnya, terutama bahasa-bahasa Jermanik. J adalah sebuah varian I, dan dilafazkan seperti /y/ dalam bahasa Indonesia.
Sedangkan huruf U adalah varian V, dan W diperkenalkan sebagai "v ganda" untuk membedakan bunyi /v/ dan /w/ yang tidak relevan dalam bahasa Latin.
Huruf Latin : Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz.

Tipografi –berasal dari kata Yunani typos = bentuk dan grapho = menulis. Sejarah pictograph]]. Bentuk bahasa ini antara lain dipergunakan oleh bangsa Viking Norwegia dan Indian Sioux. Di Mesir berkembang jenis huruf Hieratia, yang terkenal dengan nama Hieroglif pada sekitar abad 1300 SM. Bentuk tipografi ini merupakan akar dari bentuk Demotia, yang mulai ditulis dengan menggunakan pena khusus.

Bentuk tipografi tersebut akhirnya berkembang sampai di Kreta, lalu menjalar ke Yunani dan akhirnya menyebar keseluruh Eropa. Puncak perkembangan tipografi, terjadi kurang lebih pada abad 8 SM di Roma] saat orang Romawi mulai membentuk kekuasaannya. Karena bangsa Romawi tidak memiliki sistem tulisan sendiri, mereka mempelajari sistem tulisan (Etruska) yang merupakan penduduk asli Italia serta menyempurnakannya sehingga terbentuk huruf-huruf Romawi.

Para ahli memiliki defenisi masing-masing untuk Tipografi. Dari berbagai defenisi dan fungsi tipografi yang ada, secara subjektif disimpulkan bahwa tipografi adalah seni dan teknik pemilihan dan penyusunan gambar huruf, meliputi ukuran, jarak antar huruf, jarak antar kata, antar baris huruf, antar kalimat. Juga menyangkut panjang dan tebal garis, serta jarak antar garis.Termasuk didalamnya adalah pemakaian angka-angka dan tanda baca. Dengan tetap berpegang pada kaidah estetika, komunikasi dan teknik grafika.

Tipografi merupakan representasi visual dari sebuah bentuk komunikasi verbal dan merupakan properti visual yang pokok dan efektif. Hadirnya tipografi dalam sebuah media terpan visual merupakan faktor yang membedakan antara desain grafis dan media ekspresi visual lain seperti lukisan. Lewat kandungan nilai fungsional dan nilai estetiknya, huruf memiliki potensi untuk menterjemahkan atmosfir-atmosfir yang tersirat dalam sebuah komunikasi verbal yang dituangkan melalui abstraksi bentuk-bentuk visual.

Pemilihan dan penyusunan ini nantinya dipergunakan dalam aplikasi pemakaian huruf, baik secara fisik maupun digital. Aplikasi secara fisik dapat kita lihat pada surat kabar, majalah dan barang cetakan lain; rambu lalu lintas, penunjuk arah dan papan reklame juga sebagai penampilan fisik tipografi. Secara digital tipografi paling mudah kita temui pada situs-situs web dan buku elektronik.

Dengan demikian, tipografi tak hanyak bertujuan agar huruf gampang terbaca dan mudah dimengerti, tapi secara visual tampil artistik dan harmonis, secara teknik gampang dikerjakan. Pada mulanya, tipografi adalah teknik penyusunan gambar huruf mandiri/huruf lepas (movable type) dari bahan logam; tipografi adalah typesetting/composing. Susunan huruf tadi dilumuri tinta dan lalu ditekan ke atas kertas. Teknik ini kita kenal dengan relief print atau cetak tinggi.Mesin-mesin letter press dan stempel mengadopsi cara ini. Tipografi tradisional adalah milik percetakan.

Saat ini tipografi mengalami perkembangan dari fase penciptaan dengan tangan hingga mengalami komputerisasi. Fase komputerisasi membuat penggunaan tipografi menjadi lebih mudah dan dalam waktu yang lebih cepat dengan jenis pilihan huruf yang ratusan jumlahnya.
Bicara tipografi pada grafika berarti membahas typesetting, bagaimana huruf disusun, ukuran huruf, machine set, proof reading dan aspek teknik lain. Pada komunikasi visual, bicara tipografi berarti membahas bagaimana huruf tersebut tampil, apakah huruf sudah mampu mengkomunikasikan pesan, apakah huruf yang dipilih sudah memiliki kekuatan komunikasi, pokoknya membahasan huruf dari sudut estetika dan komunikasi.Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, tipografi tak hanya diadopsi oleh dunia grafika saja, saat ini tipografi telah merambah pada dunia digital, dapat kita pada situs web, buku elektronik, materi visual bergerak seperti film movie, video dan presentasi.

Kalangan disain komunikasi visual dan praktisi grafika juga tak akan memiliki defenisi yang sama akan hal ini. Bila praktisi komunikasi visual lebih banyak menyoroti fungsi tipografi dari fungsinya sebagai elemen desain dan komunikasi, praktisi grafika akan lebih banyak membahas tipografi dari sudut teknik : huruf adalah elemen penting dari sebuah materi yang akan dicetak. Tanpa huruf tidak ada percetakan.






September 8, 2009

Gagal Lagi..Give Thanks To Alloh..

Gagal lagi..gagal lagi..
Ga tau dh ini udh yg kbrapa x nya saya gagal dlm hal ini..

Butuh pemahaman yg bijak memang..
Apalagi klo ada faktor2 luar yg mempengaruhi..

Saya sndiri sdang blajar..blajar dr ujian2 yg Alloh ksh bwt sy..
Kesabaran dan ikhlas..
Saya cm bs berdoa dan berusaha..
Karna sesungguhny pemilik hakiki khidupan saya adalah Dia Dzat yg Maha Kuasa..

Y Alloh..terimakasih. Smoga saya bs melewati ini smua dgn baik..Trimakash pula Kau tak pernah lelah mendampingiku..menghadirkan org2 yg terus memompa smangat dan usahaku..


Give thanks to Alloh..

September 2, 2009

”Karena Bundamu seorang wanita.”


Seorang anak kecil bertanya pada Tuhannya..
Rabbi... mengapa Bundaku sering menangis?

Allah SWT menjawab,,,”Karena Bundamu seorang wanita.”
Aku menciptakan wanita sebagai makhluk yang istimewa.
Aku kuatkan bahunya untuk menyangga dunia
Aku lembutkan hatinya untuk memberi rasa aman
Aku kuatkan rahimnya untuk melahirkan benih manusia
Dan Aku tabahkan pribadinya untuk terus berjuang saat orang lain menyerah
Aku beri rasa sensitif agar mencintai putra-putrinya
Aku tanamkan rasa sayang yang akan meninabobokan anaknya dan berbagi cerita dengan putra-putrinya yang beranjak dewasa...
Aku beri dia kekuatan untuk memikul beban keluarga tanpa pernah mengeluh
Aku kuatkan hatinya untuk tetap menyayangi meskipun telah disakiti (oleh putra-putrinya sekalipun)
Aku beri dia keindahan untuk melindungi batin suaminya
Aku beri hatinya kebijaksanaan untuk mengerti bahwa suami yang baik tidak akan menyakiti, tapi terkadang itu hanya ujian apakah dia adalah wanita setia..
Bundamu adalah orang yang sangat kuat, jika kau lihat bunda menangis karena Aku beri dia air mata yang bisa digunakan sewaktu-waktu untuk membasuh luka batinnya dan memberikan kekuatan baru.

Ingin kuucapkan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah SWT yang telah mengkaruniakan seorang ibu yang sayang dan selalu siap melindungi buah hatinya. .