July 27, 2009

ANTARA TERORISME, DUNIA ISLAM, DAN PESANTREN KHUSUSNYA


Jakarta kembali berguncang! Pasalnya dua bom baru saja meledak di dua hotel sekelas bintang enam. Ya.. JW. Marriot dan The Ritz Carlton di belahan Mega Kuningan Jakarta tapat pada Jumat 17 Juli 2009. Peristiwa itu tentu saja kembali membuat mata dunia kembali menyoroti Indonesia..Bukan karena suatu prestasi yang diraihnya, melainkan Indonesia masih di cap sebagai sarang teroris. Menyedihkan memang apabila bangsa kita ini yang penuh ramah tamah di cap sebagai sarang teroris.

Peristiwa bom yang kembali menjatuhkan nama Indonesia ini memang membawa dampak besar terhadap Indonesia di dunia Internasional. Pasalnya, ketika bom itu meledak, tepat dimana akan berlangsung event internasional di Jakarta. Yaaaa...The Red Devils atau Manchaster United, klub sepak bola asal Inggris, akan berlaga dalam tour asia-nya di Indonesia tepat sehari setelah bom meledak. Terlebih lagi, lokasi terjadinya bom adalah dua hotel yang akan menjadi tempat menginap para pemain Setan Merah dan Tim indonesia All Star..tragis!

Lantas bukan itu saja yang menjadi perhatian kita..Sebagai seorang muslim, saya sungguh prihatin bahwa ternyata masih saja ada sebagian orang yang menilai bahwa terorisme selalu berkaitan dengan Islam, terlebih lagi terhadap dunia santri...dunia pesantren. Tidak tahu kah kawan bahwa Islam kita itu Indah...Islam itu cinta damai. Islam sangat lembut. Tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi membunuh orang dengan cara kejam seperti itu. Tidak pernah kawan....

Dan dunia pesantren bukanlah wadah untuk mencetak para teroris hanya karena rata2 para pelaku bom dan teror itu adalah lulusan pesantren. Mereka hanya dimanfaatkan oleh para pihaak yang tidak bertanggung jawab untuk kemudian di cuci otaknya dengan pemahaman yang salah namun dianggap benar...oleh kalangan mereka. Dunia pesantren memang sangat kental dengan nuansa Islam. Pemahaman terhadap agama pun mendapat porsinya tersendiri dalam kurikulum pesantren. Namun begitu, banyak santri yang terjebak dalam pemahaman yang salah setelah di cuci otaknya oleh para teroris.

Entah apa namanya, yang jelas para teroris ini mungkin saja berkedok Islam. Atas nama Islam, ingin menghancurkan citra Islam itu sendiri. Dan Indonesia, sebagai negara yang berpenduduk mayoritas Islam terbanyak di dunia merupakan saaran empuk bagi para teroris untuk melancarkan aksinya. Kemajemukan bangsa ini benar2 dimanfaatkan oleh para teroris itu.

Yang jelas dan terpenting saat ini bagi kita rakyat Indonesia, baik itu sebagai seorang muslim maupun non-muslim, kita tidak bisa mendeskritkan Islam maupun Dunia Pesantern dengan terorisme. Sekali lagi, segala yang tengah dihadapi oleh bangsa ini mesti kita tanggapi dengan bijak dan bukan mendeskritkan pihak tertentu. Nyatanya ini adalah ancaman global yang perlu ditangani bersama dengan persatuan bukan dengan saling tuduh dan menyudutkan...PEACE...!!

0 comments:

Post a Comment